Text
SKRIPSI ANALISIS KINERJA CIRCUIT BREAKER PADA SISI 150 KV GARDU INDUK AMPEL UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK
Keandalan sistem tenaga listrik sangat dipengaruhi oleh kinerja peralatan proteksi, salah satunya adalah circuit breaker (CB) atau pemutus tenaga (PMT). PMT berfungsi sebagai pengaman utama dalam sistem transmisi, khususnya pada Gardu Induk Ampel 150 kV yang berperan penting dalam menyalurkan energi listrik dari pembangkit ke konsumen. Kinerja PMT harus dijaga agar tetap sesuai standar karena kegagalan fungsi dapat menyebabkan kerusakan peralatan, gangguan suplai listrik, hingga kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PMT di Gardu Induk Ampel 150 kV melalui serangkaian pengujian teknis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data lapangan berupa pengujian tahanan isolasi, tahanan kontak, keserempakan kontak, serta pengujian kualitas gas SF6. Data pengukuran kemudian divalidasi menggunakan uji korelasi Pearson melalui perangkat lunak IBM SPSS untuk memastikan konsistensi dan keabsahan data. Hasil pengujian dibandingkan dengan standar yang berlaku (SPLN dan IEC) sebagai tolok ukur kelayakan operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai tahanan isolasi pada posisi close maupun open masih sangat tinggi (ratusan GΩ), yang berarti kondisi isolasi masih baik. Nilai tahanan kontak rata-rata sebesar 33–38 µΩ, sesuai dengan standar maksimum < 50 µΩ. Uji keserempakan kontak memperlihatkan selisih waktu ≤ 10 ms, sehingga memenuhi kriteria keandalan operasi. Selain itu, hasil pengukuran gas SF6 menunjukkan tingkat kemurnian 99,8% dengan tekanan 6,123 bar, yang menandakan media isolasi masih dalam kondisi optimal. Secara keseluruhan, uji validitas menghasilkan nilai korelasi > 0,95 dengan signifikansi < 0,05, sehingga data dianggap valid. Dapat disimpulkan bahwa circuit breaker pada sisi 150 kV Gardu Induk Ampel masih layak dan andal untuk beroperasi. Kinerja yang baik dari PMT ini berkontribusi pada peningkatan keandalan sistem tenaga listrik serta menjaga kontinuitas penyaluran energi. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pemeliharaan rutin dan pengujian berkala untuk mencegah kegagalan peralatan dan memastikan sistem transmisi tetap stabil.
Tidak tersedia versi lain