Text
SKRIPSI ANALISIS TEBAL LAPIS PERKERASAN KAKU DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2024 DAN AUSTROADS 2024
Pertumbuhan aktivitas logistik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan peningkatan signifikan lalu lintas kendaraan berat, termasuk pada ruas Jalan Soekarno-Hatta Kota Magelang yang mencatat proporsi kendaraan ODOL sebesar 26,26%. Kondisi ini mempercepat penurunan umur layanan perkerasan eksisting dan menuntut metode desain yang mampu merepresentasikan kondisi beban aktual. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketebalan perkerasan kaku pada ruas tersebut, dengan tujuan membandingkan kinerja desain menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 dan Austroads 2024, serta mengevaluasi efektivitas biaya guna memperoleh desain yang aman, andal, dan ekonomis. Metode penelitian mencakup pengumpulan data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), nilai CBR tanah dasar, serta parameter material beton mutu FS 45. Kedua metode desain dianalisis berdasarkan kriteria fatigue dan erosion untuk menentukan ketebalan pelat beton yang memenuhi umur rencana. Selanjutnya, validasi dilakukan menggunakan perangkat lunak CIRCLY 7.0 untuk mengevaluasi respons tegangan dan regangan pada pelat beton terhadap beban sumbu kendaraan, sehingga hasil desain dapat dipastikan sesuai dengan pendekatan mekanistik perkerasan kaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MDPJ 2024 menghasilkan tebal pelat beton 250 mm, sedangkan Austroads 2024 menghasilkan 260 mm, sementara grafik desain Austroads memberikan alternatif ketebalan 210 mm. Dari aspek biaya konstruksi per segmen berukuran 5 m × 3,5 m, metode MDPJ 2024 membutuhkan biaya Rp9.291.517, sedangkan Austroads 2024 mencapai Rp9.629.073, dengan selisih sekitar 3,9% akibat perbedaan tebal pelat beton. Berdasarkan temuan tersebut, MDPJ 2024 dinilai memberikan ketebalan yang memadai, memenuhi kriteria teknis ketahanan terhadap lalu lintas berat, serta lebih ekonomis untuk kondisi beban aktual pada ruas Jalan Soekarno-Hatta.
Tidak tersedia versi lain