Text
SKRIPSI PENGARUH VARIETAS DAN KONSENTRASI ASAM SALISILAT BERBEDA TERHADAP HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) DARI TSS (True Shallot Seed)
ALFINA FATHIA SABILA. Pengaruh Varietas dan Konsentrasi Asam Salisilat Berbeda terhadap Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum) dari TSS (True Shallot Seed). Dibimbing oleh TRI SUWARNI WAHYUDININGSIH dan EKA NUR JANNAH.
Hasil bawang merah dari TSS ditingkatkan dengan varietas unggul dan asam salisilat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh varietas dan konsentrasi asam salisilat serta interaksinya terhadap hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan bulan Februari-Mei 2025 di Bandongan dan Mertoyudan. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dan diulang tiga kali. Faktor pertama varietas (Merdeka, Lokananta, dan Maserati) dan faktor kedua konsentrasi asam salisilat (0, 10, 15, 20, dan 25 ppm). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance selanjutnya diuji lanjut menggunakan BNT 1% dan ortogonal polinomial. Varietas Lokananta menghasilkan bobot umbi segar (55,46 g), bobot umbi kering simpan (40,86 g), dan produksi per ha (23,71 ton/ha) tertinggi serta varietas Maserati menghasilkan kandungan flavonoid (2,25%) tertinggi. Asam salisilat konsentrasi 17 sampai 21 ppm menghasilkan panjang akar, bobot umbi segar, bobot umbi kering simpan, produksi per ha, dan kandungan flavonoid tertinggi. Interaksi antara varietas dan konsentrasi asam salisilat tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter penelitian. Budidaya bawang merah di Mertoyudan menggunakan varietas Lokananta dan pengaplikasian asam salisilat konsentrasi 17 sampai 21 ppm memberikan hasil tertinggi.
Kata kunci : Asam salisilat, bawang merah, TSS, varietas
Tidak tersedia versi lain