Text
SKRIPSI PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP SULUNG PADA LIRIK LAGU “SULUNG” KARYA KUNTO AJI
ABSTRAK
PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP SULUNG PADA LIRIK LAGU “SULUNG” KARYA KUNTO AJI
Salsabilla Finna Alfishahni, Prinisia Nurul Ikasari, Ibda Fikrina Abda
Dalam kehidupan bermasyarakat, urutan kelahiran menjadi sebuah topik yang masih dibicarakan. Salah satunya adalah anak sulung (anak yang lahir pada urutan pertama dalam sebuah keluarga). Apalagi terdapat konstruksi masyarakat identik dengan tanggung jawab besar dan selalu digadanggadang untuk menjadi sosok andalan dan contoh bagi adik-adiknya. Permasalahan ini diangkat oleh seorang musisi yakni Kunto Aji dalam karya lagunya berjudul “Sulung”. Dalam lagu tersebut, Kunto Aji menggambarkan terkait apa saja yang seharusnya dilakukan oleh anak sulung supaya tidak mereka tidak merasa terbebani akan takdirnya kehidupannya, terutama menjadi anak sulung. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana khalayak memaknai sosok sulung dalam lirik lagu “Sulung” melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori resepsi Stuart Hall untuk menganalisis pemaknaan khalayak dengan teknik purposive sampling. Sedangkan untuk mengetahui makna dominan yang terdapat pada lirik lagu “Sulung”, penelitian ini menggunakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Dari analisis semiotika menghasilkan tiga makna dominan, yang pertama yakni sosok sulung diminta untuk memberikan batasan pada kehidupannya sendiri. Kemudian yang kedua yaitu sulung harus mampu melepaskan diri terhadap hal-hal yang bukan miliknya. Sedangkan yang ketiga adalah sulung seharusnya sadar bahwa ia harus menjaga dirinya sendiri. Hasil wawancara dengan 6 informan menunjukkan, pada makna dominan 1 sebagian besar informan berada pada posisi negosiasi yang menafsirkan sesuai pengalaman pribadi. Kemudian pada makna dominan 2, menunjukkan adanya pemerataan posisi kategorisasi yang artinya mereka menafsirkan makna dominan berdasarkan pengalamannya. Lalu pada makna dominan 3, mayoritas informan berada pada posisi kategorisasi dominan karena mereka menerima pesan lagu sebagai ajakan berdamai dengan diri. Keberagaman makna muncul dikarenakan terdapat perbedaan latar belakang yang kompleks sehingga akan memengaruhi bagaimana khalayak memaknai sebuah teks media (yang dalam hal ini lirik lagu “Sulung”). Perbedaan latar belakang tersebut diantaranya adalah gender, karakter individu itu sendiri, kesadaran diri, pengalaman kolektif, posisi dalam keluarga, dan pola asuh orang tua.
Kata kunci: Khalayak; Lagu “Sulung”; Teori Resepsi Stuart Hall; Semiotika Saussure
Tidak tersedia versi lain