Text
SKRIPSI DETERMINAN EMISI KARBON DIOKSIDA DI ASIA PASIFIK: STUDI KUANTITATIF BERDASARKAN MODEL IPAT TAHUN 2005-2023
Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) merupakan tantangan besar bagi keberlanjutan kawasan Asia Pasifik, yang menjadi penyumbang emisi terbesar secara global dari tahun 2005 hingga 2023. Lonjakan emisi ini turut mempercepat laju pemanasan global, yang memicu peningkatan suhu rata-rata, cuaca ekstrem, dan risiko lingkungan lainnya. Tekanan ini semakin diperburuk oleh urbanisasi yang cepat, tingginya kepadatan penduduk, serta dominasi energi listrik berbahan bakar fosil dari tahun 2005 hingga 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penentu emisi CO₂ di kawasan Asia Pasifik berdasarkan model IPAT, dengan memasukkan variabel urbanisasi (URB), kepadatan penduduk (PD), Produk Domestik Bruto per kapita (GDP), energi listrik tak terbarukan (NREE), dan energi listrik terbarukan (REE) pada periode 2005–2023. Analisis menggunakan regresi data panel dengan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik, yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) paling sesuai dalam penelitian ini. Data diperoleh dari World Bank dan Our World In Data (OWID). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk, PDB per kapita, dan energi listrik tak terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂). Sebaliknya, urbanisasi dan energi listrik terbarukan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya percepatan transisi energi, peningkatan efisiensi penggunaan energi, dan adopsi teknologi rendah karbon untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di kawasan Asia Pasifik.
Kata Kunci: Emisi Karbon Dioksida, Model IPAT, Energi Listrik Terbarukan, Asia Pasifik.
Tidak tersedia versi lain