Text
SKRIPSI DETERMINAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PULAU JAWA TAHUN 2012-2024
Ketimpangan pendapatan masih menjadi indikator pembangunan yang memerlukan perhatian dalam evaluasi RPJMN 2020-2024. Provinsi-provinsi di Pulau Jawa menjadi wilayah dengan tingkat ketimpangan pendapatan yang cukup tinggi dengan mendominasi daftar peringkat 5 teratas berturut turut selama tahun 2019-2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Pulau Jawa menggunakan alat analisis regresi data panel kuantil. Data yang digunakan mencakup enam provinsi di Pulau Jawa selama 2012-2024 dengan total 78 observasi. Variabel independen yang digunakan meliputi pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi kuadrat, penanaman modal asing, IPM dan IPTIK. Hasil regresi menunjukkan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan pada level rendah dan tidak berpengaruh pada level sedang dan tinggi. Variabel pertumbuhan ekonomi kuadrat, penanaman modal asing dan IPTIK berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan yang rendah dan sedang, sedangkan pada ketimpangan pendapatan tinggi tidak memiki pengaruh yang signifikan. Sementara variabel IPM menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di level rendah dan sedang, tetapi tidak signifikan pada level yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemerintah untuk memfokuskan kebijakan pada pemerataan hasil pembangunan melalui peningkatan investasi di sektor padat karya, perluasan akses pendidikan dan teknologi di daerah rural, serta penguatan pertumbuhan ekonomi yang berorientasi pada pemerataan pendapatan.
Kata kunci: Ketimpangan Pendapatan, Pertumbuhan Ekonomi, Penanaman Modal Asing, IPM, IPTIK
Tidak tersedia versi lain