Text
SKRIPSI STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas)
ABSTRAK
STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI KABUPATEN BANYUMAS (Studi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas)
Nessa Dila Arifqi (2025)
Stunting masih menjadi tantangan Indonesia dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045 dan terciptanya kesehatan masyarakat yang optimal. Daerah yang memiliki tren penurunan prevalensi stunting menunjukkan langkah pencegahan stunting yang baik. Kabupaten Banyumas merupakan satu daerah yang menunjukkan penurunan prevalensi stunting. Hal tersebut tidak lepas dari peran Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yang bertanggung jawab dalam pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam Program Intervensi Gizi Spesifik sebagai upaya pencegahan guna penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas. Teori atau konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model POAC Manajemen oleh George R. Terry. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam Program Intervensi Gizi Spesifik dilaksanakan terstruktur sesuai tahapan POAC Manajemen. Perencanaan (Planning) berfokus pada sasaran rentan yang terdiri atas remaja putri, ibu hamil, dan balita dengan pesan bersifat edukatif-persuasif serta media yang menyesuaikan setiap kategori sasaran. Pengorganisasian (Organizing) diwujudkan melalui pelatihan programmer stunting yang memperkuat kredibilitas dan pemanfaatan jaringan kader posyandu guna memperluas jangkauan komunikasi. Pelaksanaan strategi (Actuating) mengandalkan pendekatan tatap muka dan partisipatif. Namun, pada pengawasan (Controlling) masih berorientasi pada output dan kurang mengevaluasi efektivitas proses komunikasi secara mendalam. Adapun temuan utama penelitian ini adalah terbentuknya jaringan komunikasi kesehatan kolaboratif yang melibatkan Dinas Kesehatan, Tenaga Kesehatan Puskesmas, dan Kader Posyandu. Jaringan ini menjadi faktor pendorong dalam penyampaian pesan yang berkelanjutan sehingga membangun kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, strategi komunikasi yang diterapkan tidak hanya sistematis namun juga berhasil menciptakan mekanisme komunikasi yang mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas.
Kata kunci: Stunting, Strategi Komunikasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Model POAC Manajemen
Tidak tersedia versi lain