Text
SKRIPSI ANALISIS KORELASI TINGKAT LITERASI DIGITAL TERHADAP TINGKAT TECHNOLOGICAL DISTRESS PADA PEDAGANG LANSIA PASAR SUMPIUH
ABSTRAK
Devi Setyawan Putri (2025):
ANALISIS KORELASI TINGKAT LITERASI DIGITAL TERHADAP TINGKAT TECHNOLOGICAL DISTRESS PADA PEDAGANG LANSIA PASAR SUMPIUH
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar
Percepatan digitalisasi ekonomi menciptakan tantangan adaptasi yang signifikan bagi pedagang lansia di pasar tradisional, yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis atau technological distress. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kesenjangan digital di mana lansia harus beradaptasi dengan sistem pembayaran dan pemasaran modern di tengah penurunan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif korelasi antara tingkat literasi digital dengan tingkat technological distress pada populasi tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Responden terdiri dari 124 pedagang lansia di Pasar Sumpiuh, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis Spearman's Rank Correlation karena data tidak terdistribusi normal (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital responden tergolong rendah dengan skor rata-rata 26,75 dari skala 75, di mana kelemahan paling mendasar ditemukan pada dimensi keterampilan teknis (technical skills) dalam mengoperasikan perangkat. Sebaliknya, tingkat technological distress tergolong tinggi dengan skor rata-rata 25,04 (skala reverse coding), yang terutama dipicu oleh indikator techno-uncertainty atau ketidakpastian akibat perubahan teknologi yang terus-menerus. Uji statistik membuktikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel (rho = +0,814; p < 0,001). Temuan ini mengonfirmasi bahwa semakin rendah kompetensi digital lansia, semakin tinggi tekanan psikologis yang mereka alami. Penelitian menyimpulkan bahwa ketiadaan kompetensi teknis dasar merupakan prediktor utama stres teknologi.
Kata Kunci: Korelasi, Literasi Digital, Pasar Tradisional, Pedagang Lansia, Technological distress
Tidak tersedia versi lain