PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar

Beranda Katalog Koleksi Konten Lokal Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi, Laporan Akhir, LKP) Lantai 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENYALAHGUNAAN DEEPFAKE SEBAGAI ALAT KEJAHATAN SIBER DALAM PEMILU DI INDONESIA

YUSUF TAUFIQURAHMAN - Nama Orang;

ABSTRAK
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah melahirkan teknologi deepfake yang mampu merekayasa konten visual maupun audio secara sangat realistis. Dalam konteks pemilu, deepfake berpotensi menjadi sarana disinformasi, kampanye hitam, manipulasi opini publik, hingga serangan terhadap integritas kandidat dan lembaga penyelenggara pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan deepfake dalam pemilu, mengevaluasi perlindungan hukum yang tersedia dalam regulasi Indonesia, serta mengkaji efektivitas mekanisme penyelesaian yang dilakukan oleh KPU, Bawaslu, dan Kepolisian. Melalui pendekatan yuridis normatif dan analisis teori regulasi (Lawrence Lessig) serta teori perlindungan hukum (Philipus M. Hadjon). Hasil penelitian ini menemukan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki perangkat hukum seperti UU ITE, KUHP, dan UU PDP, seluruh regulasi tersebut masih bersifat umum dan belum secara spesifik mengatur kejahatan berbasis AI, termasuk deepfake. Akibatnya, penegakan hukum masih mengandalkan interpretasi analogis dan asas ultimum remedium untuk menjerat pelaku. Penelitian ini menegaskan bahwa regulasi terhadap deepfake tidak dapat hanya bertumpu pada hukum tertulis (law), melainkan harus melibatkan arsitektur teknologi (code), norma sosial, dan mekanisme pasar. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan pembentukan regulasi khusus mengenai kejahatan AI, penguatan teknologi pendeteksi deepfake, peningkatan literasi digital publik, serta kolaborasi strategis antara pemerintah, penyelenggara pemilu, dan platform digital.
Kata kunci: deepfake, pemilu, kejahatan siber, perlindungan hukum.


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi (HUKUM) HUKUM TAU T 2025
162-UN57.U1-SH-XII-2025
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
HUKUM TAU T 2025
Penerbit
MAGELANG : UNIVERSITAS TIDAR., 2025
Deskripsi Fisik
XIV;132HAL;29.5CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
340
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PRODI_S1_HUKUM
FAKULTAS_FISIP
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • FULLTEXT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?