Text
SKRIPSI SELF DISCLOSURE REMAJA BROKEN HOME KEPADA PASANGAN
SELF DISCLOSURE REMAJA BROKEN HOME KEPADA PASANGAN
Dwi Julianti Solekhah, Anita Amaliyah, Ibda Fikrina Abda
Remaja yang berasal dari keluarga broken home cenderung menghadapi hambatan emosional dalam membangun hubungan interpersonal, khususnya dalam mengungkapkan diri (self-disclosure). Kondisi keluarga yang tidak utuh membuat remaja lebih berhati-hati, takut ditolak, serta membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif remaja broken home dalam melakukan self-disclosure kepada pasangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi Moustakas (1994) dan dianalisis menggunakan Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor (1973). Data diperoleh melalui wawancara terhadap lima remaja broken home di Kebumen yang sedang menjalin hubungan dengan pasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure memiliki bentuk, proses, respon, dan dampak yang saling berkaitan. Bentuk keterbukaan diri yang muncul meliputi pengungkapan perasaan, pengalaman masa lalu, serta masalah keluarga yang disampaikan secara verbal dan emosional. Proses keterbukaan diri berlangsung secara bertahap, dimulai dari topik ringan menuju pembahasan yang lebih pribadi seiring meningkatnya rasa percaya. Respon pasangan menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan keterbukaan, di mana sikap empatik, suportif, dan tidak menghakimi mendorong remaja untuk semakin terbuka. Dampak dari self-disclosure dirasakan dalam bentuk perasaan lega, meningkatnya kepercayaan diri, kedekatan emosional, serta rasa aman dalam hubungan. Temuan ini menegaskan bahwa self-disclosure pada remaja broken home tidak terjadi secara instan, melainkan tumbuh melalui interaksi yang aman dan penuh penerimaan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi interpersonal serta menjadi rujukan dalam membangun hubungan yang sehat dan empatik.
Kata kunci: broken home, fenomenologi, penetrasi sosial, remaja, self-disclosure
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain