Text
SKRIPSI REPRESENTASI HEDONISME PADA SERIES VISION+ “PAY LATER”
REPRESENTASI HEDONISME PADA SERIES VISION+ PAY LATER
Hafsah Rifka Hamida, Jaduk Gilang Pambayun, Hanim Rohnulyanti
Perkembangan masyarakat modern ditandai dengan perubahan signifikan dalam pola konsumsi dan gaya hidup yang sering direpresentasikan dalam media populer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi hedonisme pada series Vision+ Pay Later dengan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang mencakup analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi untuk mengkaji enam scene yang merepresentasikan perilaku hedonisme tokoh Tika. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) konsumsi sebagai investasi identitas, (2) normalisasi utang dan budaya paylater sebagai gaya hidup, serta (3) self-reward sebagai pembenaran perilaku konsumtif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa adegan pada series Pay Later (2024) menggambarkan gaya hidup hedonisme melalui praktik konsumsi berlebihan yang diwajarkan untuk kebutuhan citra diri, kebiasaan berutang yang dianggap wajar, serta narasi selfreward yang menggeser prioritas dari tanggung jawab ekonomi menuju kepuasaan sesaat. Penggambaran gaya hidup hedonisme pada series Pay Later (2024) dibangun melalui tanda-tanda visual dan naratif yang kemudian dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes, yang meliputi tahap (denotasi-konotasimitos), sehingga hedonisme tidak hanya terlihat sebagai perilaku individu, namun sebagai makna yang dikonstruksi dan dinormalisasi dalam cerita. Kemudian, temuan menarik yang penulis temukan dari penelitian ini adalah objek yang diteliti mengangkat isu realitas sosial, yaitu hedonisme yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Series Pay later tidak hanya dilihat sebagai hiburan tapi juga menggabungkan narasi dengan kritik sosial.
Kata kunci : Hedonisme; Representasi; Roland Barthes; Semiotika; Vision+
Tidak tersedia versi lain