Text
SKRIPSI PENGARUH TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS SEDERAJAT DI KOTA MAGELANG
Transformasi digital dalam pelayanan publik melalui penerapan e-government mendorong pemerintah untuk mengembangkan layanan administrasi kependudukan berbasis teknologi, salah satunya melalui Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Meskipun tingkat aktivasi IKD di Kota Magelang tergolong tinggi dibandingkan wilayah lain di Jawa Tengah, pemanfaatannya di kalangan pelajar masih menunjukkan berbagai tantangan, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaan aktual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan Aplikasi IKD pada pelajar SMA/SMK/sederajat di Kota Magelang dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 374 pelajar yang berasal dari 13 sekolah SMA/SMK/sederajat di Kota Magelang. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar konstruk, yaitu Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Towards Using, Behavioral Intention to Use, dan Actual Use. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Usefulness, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Attitude Towards Using. Selanjutnya, Perceived Usefulness terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude Towards Using. Attitude Towards Using juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention to Use, serta Behavioral Intention to Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap Actual Use. Meskipun demikian, hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan aktual Aplikasi IKD oleh pelajar masih bersifat situasional dan belum dilakukan secara rutin, yang dipengaruhi oleh keterbatasan kebutuhan penggunaan, kendala teknis, serta persepsi terhadap stabilitas dan keamanan aplikasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa persepsi kebermanfaatan dan sikap pengguna memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan kemudahan penggunaan dalam mendorong niat dan perilaku penggunaan Aplikasi IKD pada pelajar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dalam merancang strategi sosialisasi dan pengembangan aplikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Technology Acceptance Model, Identitas Kependudukan Digital (IKD), egovernment, PLS-SEM.
Tidak tersedia versi lain