Text
TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING UNTUK PERHITUNGAN QUANTITY TAKE OFF TIMBUNAN (Studi Kasus: Proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo Seksi 1 Paket 1.2)
Pekerjaan timbunan tanah sangat penting karena berpengaruh pada stabilitas
dan umur jalan. Pekerjaan timbunan memiliki aspek penting yaitu Perhitungan
Quantity Take Off (QTO). Ketepatan dalam perhitungan QTO sangat berpengaruh
terhadap estimasi biaya, alokasi sumber daya, dan penjadwalan proyek. Building
Infromation Modeling (BIM) mempermudah pemodelan dan perhitungan yang
lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selisih dari perhitungan
QTO dan biaya pekerjaan timbunan Common Borrow Material (CBM).
Metode perhitungan yang digunakan dalam pengolahan data pada penelitian
ini menggunakan metode konvensional dengan menghitung rerata dari area atau
luasan antar STA yang bisa disebut metode avarage end area, sedangkan metode
BIM dilakukan dengan cara memodelkan timbunan secara 3D untuk menghitung
volume menggunakan surface atau lapisan tanah bawah dan atas dari timbunan
CBM. Penelitian dilakukan di Proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon
Progo Seksi 1 Paket 1.2.
Hasil perhitungan volume menggunakan metode konvensional sebesar
407.270,85 m3, sedangkan untuk metode BIM sebesar 406.623,25 m3. Selisih dari
perhitungan volume sebesar 645,58 m3. Perhitungan biaya pekerjaan timbunan
CBM menggunakan metode konvensional sebesar Rp32.581,668,000.00,
sedangkan untuk metode BIM sebesar Rp.32.529.860.000,00, dari hasil
perhitungan kedua metode tersebut didapatkan selisih sebesar Rp.51.808.000,00
yang menunjukkan bahwa perhitungan volume dan biaya pekerjaan timbunan CBM
dari metode BIM lebih sedikit dari metode konvensional.
Tidak tersedia versi lain