Text
TUGAS AKHIR ANALISIS PENEMPATAN DINDING GESER TERHADAP PERILAKU GEDUNG BERTINGKAT AKIBAT BEBAN GEMPA (Studi Kasus: Gedung Kuliah Bersama III UNIMUS)
Indonesia merupakan salah satu negara di asia yang rawan akan terjadi
gempa. Maka dari itu dalam perencanaan gedung bertingkat tinggi harus di desain
agar dapat menahan beban gempa dan mengurangi simpangan antar lantai. Pada
Gedung Kuliah Bersama III Universitas Muhammadiyah Semarang yang memiliki
konfigurasi gedung berbentuk L yang mengakibatkan tidak meratanya gaya lateral
seperti beban gempa sehingga perlu ditambahkannya dinding geser untuk
meningkatkan kekakuan dan mengurangi simpangan antar lantai. Pada penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi simpangan antar lantai saat
kondisi eksisting dan penambahan 4 variasi dinding geser untuk meningkatkan
kekakuan pada gedung.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis
pushover dengan studi kasus Gedung Kuliah Bersama III Universitas
Muhammadiyah Semarang. Terdapat 5 pemodelan dengan 4 variasi penambahan
dinding geser dan 1 kondisi eksisting. Seluruh tahapan analisis mengacu pada
peraturan SNI 1726-2019 dan dokumen FEMA 356.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat kondisi eksisting struktur masih
aman terhadap simpangan antar lantai yang terjadi dan masih berada dalam batas
Immediate Occupancy (IO). Dengan di tambahkannnya dinding geser, variasi 4
menunjukkan stuktur dapat mengurangi simpangan antar lantai paling sifnifikan
dibanding variasi yang lain dengan arah push X sebesar 25,82 mm menjadi 25,55
mm pada lantai 9, dan arah push Y 19,01 mm menjadi 16,63 mm. Tingkat kinerja
struktur yang dicapai pada variasi 1,2,3, dan 4 berada pada kategori Immediate
Occupancy (IO). Namun, karena kondisi eksisting sudah memenuhi batas izin,
struktur tersebut sudah memiliki kekakuan yang cukup memadai.
Tidak tersedia versi lain