Text
TUGAS AKHIR ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 1990, PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI), DAN ROAD CONDITION INDEX (RCI)
Jalan Joyoningrat merupakan ruas kolektor primer sekaligus jalur evakuasi Gunung Merapi yang
mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Kerusakan tersebut disebabkan oleh
tingginya beban kendaraan berat pengangkut material tambang, kondisi geografis wilayah, serta sistem
drainase yang belum berfungsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
menganalisis kerusakan perkerasan yang terjadi di Jalan Joyoningrat km 2,1–km 3,6 serta memberikan
rekomendasi penanganan dari kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut.
Metode analisis tingkat kerusakan yang digunakan yaitu metode Bina Marga 1990, Pavement
Condition Index (PCI), dan Road Condition Index (RCI). Data yang digunakan meliputi data geometrik
jalan, LHR, kerusakan jalan, dan nilai International Roughness Index (IRI).
Hasil analisis menunjukkan kerusakan didominasi oleh retak kulit buaya (62,6%) dan tambalan
(16,1%) disertai kerusakan lain seperti pelepasan butir, alur, keriting, amblas, serta lubang dengan
persentase lebih kecil. Penilaian kondisi jalan menggunakan tiga metode menghasilkan kategori
kerusakan sedang, yaitu nilai 5,86 pada metode Bina Marga 1990, nilai PCI sebesar 37,67, serta nilai
RCI visual sebesar 4,67. Sementara itu, metode RCI aplikasi dengan persamaan Sukirman menunjukkan
perbedaan antar lajur, yakni 6,51 pada lajur kiri (rusak sedang) dan 4,23 pada lajur kanan (rusak ringan).
Berdasarkan hasil tersebut, jenis penanganan yang direkomendasikan didominasi oleh program
pemeliharaan berkala, dengan pemeliharaan rutin pada STA 3+000–3+100, serta rekonstruksi pada STA
2+300 2+500 dan STA 3+100–3+300 untuk menjaga fungsi vital ruas jalan tersebut.
Tidak tersedia versi lain