Text
SKRIPSI PENGARUH FOREIGN DIRECT INVESTMENT, MANUFAKTUR, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PRODUKSI PERTAMBANGAN TERHADAP EMISI CO₂ DI ASEAN-5 TAHUN 2013-2023
Tantangan perubahan iklim seiring dengan pemanasan global menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi. Peningkatan emisi CO₂ di kawasan ASEAN menandakan ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Foreign Direct Investment (FDI), manufaktur, pertumbuhan ekonomi, dan produksi pertambangan terhadap emisi CO₂ di ASEAN-5 antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina selama periode 2013 hingga 2023. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari World Bank dan United Nation Data dengat alat penelitian Eviews 12. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Namun karena ditemukan masalah autokorelasi maka perbaikan estimasi dilakukan menggunakan Generalized Least Squares (GLS) dengan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR) CrossSection untuk memperoleh hasil yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDI tidak berpengaruh terhadap emisi CO₂, sedangkan sektor manufaktur, pertumbuhan ekonomi, dan produksi pertambangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap emisi CO₂. Selain itu pertumbuhan ekonomi kuadrat berpengaruh negatif signifikan. Temuan ini sejalan dengan hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC), aktivitas ekonomi pada tahap awal cenderung memperburuk kualitas lingkungan. Oleh karena itu penguatan regulasi lingkungan dan transisi energi di kawasan ASEAN-5 penting dilakukan guna mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca yang telah menjadi komitmen negara-negara ASEAN.
Kata kunci : Emisi CO₂, Foreign Direct Investment (FDI), Manufaktur, Pertumbuhan Ekonomi, Produksi Pertambangan, Regresi Data Panel.
Tidak tersedia versi lain