Text
SKRIPSI ANALISIS KEKUATAN SAMBUNGAN KAYU JENIS BANGKIRAI MENURUT VARIASI JUMLAH PASAK DAN BESAR DIAMETERNYA
Sambungan merupakan bagian terlemah pada struktur, sehingga penting dalam memilih alat sambung yang efisien. Pasak dipilih karena memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan kesesuaian bahan yang lebih baik terhadap kayu. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi jumlah pasak dan besar diameter pasak terhadap kekuatan tahanan momen pada sambungan kayu Bangkirai Benda uji penelitian ini sambungan mitter joint kayu Bangkirai berdimensi 150x150x60 mm. Variasi benda uji terletak pada jumlah pasak dan besar diameter pasak (8 mm 5 buah, 10 mm 4 buah, 12 mm 3 buah, 14 mm 2 buah) disebut sebagai variasi A, B, C dan D. Pengujian meliputi pengujian berat jenis, kerapatan, kadar air dan tahanan momen. Pedoman penelitian mengacu pada ASTM D2395-14, ASTM D442–2007, SNI 7973-2013, dan PKKI 1961. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Laboratorium Material Universitas Tidar. Hasil nilai rerata tahanan momen benda uji variasi A, B, C, dan D berturutturut adalah 1.811.086 Nmm, 1.269.815 Nmm, 1.583.442 Nmm, dan 1.466.199 Nmm dengan nilai maksimal dicapai oleh benda uji variasi A dengan jumlah pasak terbanyak dan besar diameter pasak terkecil. Analisis statistik menyimpulkan tidak terdapat pengaruh signifikan dari jumlah dan besar diameter pasak terhadap tahanan momen karena rentang variasi dianggap kurang bervariatif.
Tidak tersedia versi lain