Text
SKRIPSI PENGARUH MEDIA PENDINGIN, TEMPERATUR QUENCHING PADA PROSES TEMPERING BAJA AISI 1045
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur quenching dan media pendingin terhadap sifat mekanik baja AISI 1045 setelah proses tempering. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana suhu quenching (800°C dan 850°C) serta jenis media pendingin (air garam 25% dan biosolar) memengaruhi kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro baja. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan perlakuan panas quenching dan tempering pada suhu 550°C selama 60 menit, kemudian dilakukan uji tarik, uji kekerasan Vickers, dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi terdapat pada speciment air garam 850°C quenching sebesar 576,10 kgf/μm, sedangkan kekuatan tarik tertinggi pada speciment air garam 850°C tempering sebesar 1047,53 MPa, dan regangan tertinggi pada speciment biosolar 850°C tempering sebesar 29,17%. Struktur mikro yang terbentuk menunjukkan adanya tempered martensite dan presipitasi karbida halus yang meningkatkan keuletan material. Kesimpulannya, kombinasi suhu quenching 850°C dengan media air garam menghasilkan kekerasan tertinggi, sedangkan biosolar 850°C menghasilkan keuletan terbaik.
Tidak tersedia versi lain