Text
SKRIPSI OPTIMASI PRODUKSI DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF BUNGA PINUS HASIL SLOW PIROLISIS DENGAN AKTIVASI H3PO4 DAN KOH SEBAGAI MATERIAL PENDUKUNG KATALIS FUEL CELL
emanfaatan fuel cell sebagai teknologi bersih masih menghadapi hambatan berupa tingginya biaya material platina sebagai katalis fuel cell, sehingga mempengaruhi penggunaan teknologi fuel cell secara meluas. Karbon aktif dipilih sebagai material pendukung katalis karena memiliki sifat konduktif, stabil, serta dapat dimodifikasi untuk memperoleh luas permukaan dan struktur pori yang sesuai kebutuhan katalis platina berbasis karbon (Pt/C). Bunga pinus dipilih sebagai bahan baku karbon aktif karena memiliki kandungan lignin tinggi mencapai 36,40% sehingga berpotensi menghasilkan biochar dalam jumlah besar pada proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pirolisis (400ºC, 600ºC, dan 800ºC) serta jenis activating agent H3PO4 dan KOH terhadap sifat fisika dan kimia karbon aktif yang dihasilkan, sekaligus mengevaluasi kelayakannya sebagai material pendukung katalis fuel cell. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental, meliputi tahapan pirolisis menggunakan reaktor fixed bed, aktivasi kimia, serta uji karakteristik melalui analisis proximate dan metode Brunauer– Emmett–Teller (BET). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pirolisis menyebabkan penurunan yield biochar, penurunan kadar zat volatil, dan peningkatan karbon terikat. Aktivasi H3PO4 menghasilkan kadar air dan abu yang lebih rendah dibandingkan KOH, sedangkan aktivasi KOH pada suhu tinggi memberikan luas permukaan yang yang lebih besar. Kombinasi suhu pirolisis 800ºC dengan aktivator H3PO4 menghasilkan karakteristik kimia terbaik dengan kadar karbon terikat tertinggi sebesar 82,70%, sementara kombinasi suhu 800ºC dengan aktivator KOH menghasilkan luas permukaan tertinggi sebesar 42,83 m2 /g dan diameter pori 3,227 nm.
Tidak tersedia versi lain