Text
SKRIPSI PENGARUH PROSES QUENCHING DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO ALUMINIUM BEKAS
Aluminium merupakan material strategis yang banyak digunakan dalam industri karena ringan, tahan korosi, dan memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi. Peningkatan konsumsi aluminium tidak sebanding dengan produksi aluminium primer yang membutuhkan energi besar, sehingga pemanfaatan aluminium bekas menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan. Namun, aluminium bekas umumnya mengalami penurunan sifat mekanik dan perubahan struktur mikro akibat proses daur ulang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses quenching dengan variasi media pendingin terhadap sifat mekanik dan struktur mikro aluminium bekas. Penelitian ini didasarkan pada teori perlakuan panas (heat treatment), khususnya solution treatment, quenching, serta hubungan antara laju pendinginan, presipitasi, dan ukuran butir terhadap sifat mekanik material. Metode penelitian digunakan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Aluminium bekas dipanaskan pada suhu 550°C dengan waktu tahan 60 menit, kemudian dilakukan quenching menggunakan tiga variasi media pendingin yaitu air keran, air garam NaCl 10%, dan oli SAE 40. Pengujian dilakukan melalui uji kekerasan Vickers, uji tarik sesuai standar ASTM E8, dan pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pendingin air garam NaCl 10% menghasilkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 73,09 VHN diikuti oleh air keran, sedangkan oli SAE 40 menghasilkan kekerasan terendah sebesar 65,85 VHN. Hasil uji tarik dan struktur mikro menunjukkan bahwa perbedaan laju pendinginan memengaruhi distribusi butir dan sifat mekanik aluminium bekas. Variasi media pendingin pada proses quenching berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik dan struktur mikro aluminium bekas, sehingga pemilihan media pendingin yang tepat dapat meningkatkan kualitas material daur ulang.
Tidak tersedia versi lain