Text
SKRIPSI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY (ADI) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI ILMIAH DAN SELF EFFICACY SISWA KELAS VIII SMP
Keterampilan berargumentasi ilmiah sebagai suatu kemampuan dalam
memberikan penyataan berdasarkan kaidah nilai ilmiah melalui gagasan fenomena
sains, sangat penting dipelajari dengan tujuan mengasah kemampuan nalar,
pemecahan masalah, dan penguasaan konsep pembelajaran IPA. Permasalahan
utama penelitian ini berupa rendahnya keterampilan argumentasi dan self-efficacy
siswa. Oleh sebab itu, solusi yang ditawarkan berupa menerapkan model
pembelajaran Argument Driven Inquiry. Tujuan peneliatian ini untuk
meningkatkan keterampilan berargumentasi ilmiah dan self-efficacy siswa kelas
VIII SMP menggunakan model pembelajara Argument Driven Inquiry. Penelitian
bersifat kuantitatif dengan desain nonequivalent group. Sampel terdiri dari dua
kelas yaitu eksperimen (8A) dan kontrol (8B) dengan jumlah 64 siswa di SMP
Negeri 4 Kertek. Instrument penelitian berupa pretest-posttest sejumlah lima soal
dan kuesioner berisikan 32 pernyataan. Instrument divalidasi oleh lima validator
dengan hasil uji validitas isi Aiken’s V menunjukkan bahwa seluruh butir soal tes
argumentasi ilmiah memenuhi kriteria valid (Vhitung 0,80–0,95 > Vtabel 0,80),
sedangkan kuesioner self-efficacy dinyatakan valid untuk 24. Hasil uji reliabilitas
Cronbach’s Alpha menunjukkan instrumen tes keterampilan argumentasi ilmiah
memiliki reliabilitas tinggi (r = 0,896 > 0,349), sedangkan kuesioner self-efficacy
memiliki reliabilitas sedang (r = 0,403 > 0,349), sehingga keduanya layak
digunakan. Analisis data dilakukan dengan uji hipotesis dan N-Gain. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model Argument Driven Inquiry efektif secara
signifikan. Pada keterampilan argumentasi aspek kelengkapan organ, kelas
eksperimen mendapatkan nilai N-Gain kategori tinggi (0,8590), sementara kelas
kontrol kategori rendah (0,1093). Pada aspek keilmiahan, kelas eksperimen
mendapat N-Gain kategori sedang (0,6234), sementara kelas kontrol kategori
rendah (0,1565). Untuk self-efficacy, kelas eksperimen mencapai N-Gain kategori
tinggi (0,7378), lebih tinggi dari kelas kontrol (kategori sedang, 0,6928). Uji
hipotesis (Mann-Whitney dan T-Test) data posttest menunjukkan perbedaan yang
signifikan (p < 0,05) antara kedua kelas untuk kedua variabel. Peneliti
menyimpulkan penerapan model Argument Drivent Inquiry efektif dalam
meningkatkan keterampilan berargumentasi ilmiah dan self-efficacy sisiwa kelas
VIII SMP, serta berimplikasi pada peningkatan keterampilan berpikir tingkat
tinggi dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran sains.
Tidak tersedia versi lain