Text
SKRIPSI STUDI ETNOBIOLOGI PADA ORNAMEN MASJID SAKA TUNGGAL KOMUNITAS ISLAM ABOGE KABUPATEN BANYUMAS SEBAGAI BUKU REFERENSI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap
jenis serta makna simbolik corak flora dan fauna pada ornamen bagian saka
penyangga utama, mihrab, mimbar, dan mahkota atap Masjid Saka Tunggal
Kabupaten Banyumas, meskipun masjid tersebut telah ditetapkan sebagai benda
cagar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil etnobiologi
ornamen Masjid Saka Tunggal Kabupaten Banyumas serta menganalisis kelayakan
buku referensi berbasis studi etnobiologi yang dikembangkan. Pendekatan yang
digunakan adalah mixed method, yaitu studi etnografi dan penelitian pengembangan
(Research and Development) model 4D yang dilaksanakan secara terbatas hingga
tahap 3D (Define, Design, dan Develop). Pengumpulan data etnografi dilakukan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap ornamen flora dan fauna,
sedangkan penilaian kelayakan buku referensi dilakukan melalui validasi ahli
materi, ahli media, serta uji respons masyarakat secara terbatas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat 11 unsur biologi yang dimanfaatkan pada ornamen
Masjid Saka Tunggal Kabupaten Banyumas, terdiri atas satu unsur flora sebagai
bahan ornamen, yaitu batang nangka (Artocarpus sp.), serta 10 unsur flora dan
fauna sebagai corak ornamen yang tergolong ke dalam 10 jenis motif, yaitu padma,
sulur-suluran, tlacapan, salakan, nanasan, ceplok bunga, garuda, keben, dan
mustaka. Corak flora dan fauna tersebut mengandung makna simbolik yang
mencerminkan spiritualitas, kehidupan, harmoni, dan keteguhan sebagai pedoman
nilai religius dan sosial masyarakat. Buku referensi yang dikembangkan dinyatakan
sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli materi sebesar 87,7%, ahli media
sebesar 99,2%, serta uji respons masyarakat sebesar 91,6%, sehingga buku referensi
tersebut masuk dalam kategori sangat baik dan sangat layak untuk digunakan.
Tidak tersedia versi lain