Text
SKRIPSI PENGARUH SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI DENGAN BIJI KARIKA PADA PELET PAKAN KOMPLIT TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN ORGANIK SECARA IN VITRO
SALAHUDIN MAUDUDI. Pengaruh Substitusi Bungkil Kedelai dengan Biji Karika pada Pelet Pakan Komplit terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Organik secara In Vitro. Dibimbing oleh Dr. RAHMA WULAN IDAYANTI, S.Pt., M.Si. sebagai pembimbing pertama dan MOHAMAD HARIS SEPTIAN, S.Pt., M.Pt. sebagai pembimbing kedua.
Biaya pakan yang tinggi akibat ketergantungan pada bungkil kedelai mendorong perlunya alternatif bahan pakan lokal yang lebih ekonomis namun tetap bernilai nutrisi. Biji karika (Carica pubescens) sebagai limbah agroindustri berpotensi dimanfaatkan karena kandungan protein cukup tinggi meskipun disertai kadar serat kasar yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi bungkil kedelai dengan biji karika pada pelet pakan komplit terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) secara in vitro. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu P1 (bungkil kedelai 15% + biji karika 0%), P2 (bungkil kedelai 10% + biji karika 5%), P3 (bungkil kedelai 5% + biji karika 10%), dan P4 (bungkil kedelai 0% + biji karika 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan substitusi biji karika menurunkan nilai KcBK dan KcBO, di mana perlakuan P1 memberikan hasil tertinggi (65,32% dan 77,41%), sedangkan P4 terendah (53,90% dan 66,79%). Namun, seluruh perlakuan masih berada di atas standar minimal kecernaan pakan ruminansia. Implikasi penelitian ini adalah biji karika berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi bungkil kedelai, sehingga mampu menekan biaya pakan sekaligus meningkatkan pemanfaatan dari limbah lokal secara berkelanjutan.
Kata kunci: biji karika, bungkil kedelai, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, pelet pakan komplit
Tidak tersedia versi lain