Text
SKRIPSI KONSTRUKSI WACANA SEKOLAH RAKYAT PADA KOMPAS DAN TEMPO SERTA IMPLEMENTASINYA SEBAGAI MODUL AJAR TEKS BERITA KELAS XI: ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran media massa dalam membentuk pemahaman publik terhadap kebijakan Sekolah Rakyat sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui teks berita yang disajikan Kompas dan Tempo. Pemberitaan tersebut menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengonstruksi realitas melalui pilihan bahasa, sudut pandang, dan strategi wacana tertentu. Kedua media massa ini dipilih sebagai media arus utama nasional karena memiliki karakter dan tradisi jurnalistik yang berbeda. Perbedaan ini berpotensi menampilkan konstruksi wacana yang tidak sama dalam membingkai isu Sekolah Rakyat. Tujuan penelitian adalah untuk (1) menguraikan konstruksi struktur teks pada wacana berita Sekolah Rakyat pada Kompas dan Tempo, (2) mendeskripsikan kognisi sosial redaksi Kompas dan Tempo dalam pembentukan wacana Sekolah Rakyat, (3) mendeskripsikan pengaruh konteks sosial dalam konstruksi wacana Sekolah Rakyat pada Kompas dan Tempo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori analisis wacana kritis model van Dijk. Penyediaan data dilakukan dengan metode baca dan teknik catat dilanjutkan pengodean. Metode dan teknik analisis data menggunakan skema analisis wacana van Dijk terdiri atas dimensi teks dengan metode critical linguistics, kognisi sosial dengan metode studi pustaka, dan konteks sosial dengan metode studi pustaka serta penelusuran sejarah. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa temuan yang dapat dijelaskan adalah: (1) pada dimensi teks, kedua media sama-sama membangun struktur makro yang menempatkan Sekolah Rakyat sebagai solusi pengentasan kemiskinan, dengan superstruktur yang menonjolkan pernyataan elit pemerintah sebagai sumber utama informasi. (2) Pada struktur mikro, ditemukan dominasi leksikon teknokratis serta struktur sintaksis yang cenderung memosisikan aktor elit sebagai subjek aktif. (3) Pada dimensi kognisi sosial, Kompas membangun skema kewaspadaan terkendali, sedangkan Tempo menampilkan skema afirmasi total terhadap kebijakan pemerintah, yang berkaitan dengan latar produksi berita dan posisi media. Pada dimensi konteks sosial, kedua media menunjukkan praktik akses eksklusif elit dan marginalisasi suara kelompok masyarakat miskin. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kompas dan Tempo melanggengkan hegemoni terkait kebijakan Sekolah Rakyat terhadap pemerintah dengan cara penyampaian yang berbeda. Kedua berita tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menyiratkan dukungan terhadap kebijakan. Temuan penelitian ini berimplikasi pada penguatan literasi kritis media dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar teks berita di SMA.
Tidak tersedia versi lain