Text
SKRIPSI FAN CULTURE K-POP PADA KAMPANYE PILPRES 2024 (Analisis Perilaku Politik Penggemar K-Pop di Media Sosial X)
ABSTRAK
FAN CULTURE K-POP PADA KAMPANYE PILPRES 2024 (ANALISIS PERILAKU POLITIK PENGGEMAR K-POP DI MEDIA SOSIAL X)
Fatma Dianasari, Lintang Citra Christiani, Anita Amaliyah
Keterlibatan budaya populer, khususnya K-Pop, dalam kampanye politik digital menjadi fenomena yang marak terjadi pada Pilpres 2024 di Indonesia. Media sosial X berperan sebagai ruang interaksi antara aktor politik dan komunitas penggemar K-Pop yang dikenal aktif, ekspresif, militan, serta memiliki ikatan yang kuat antara satu dengan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku politik penggemar K-Pop di platform X dalam merespon tiga konten kampanye politik yang memanfaatkan unsur budaya K-Pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode netnografi yang dikembangkan oleh Kozinets. Data penelitian diperoleh dari komentar warganet pada tiga postingan terpilih di platform X yang mewakili ketiga kandidat calon presiden di Pilpres 2024, yaitu postingan akun Partai Gerindra, akun Ganjar Pranowo, dan akun Aniesbubble. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik penggemar K-Pop di platform X terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu “reaksi dan aksi politik penggemar K-Pop” dan “bentuk partisipasi penggemar KPop”. Pada postingan Partai Gerindra, respon penggemar K-Pop didominasi oleh penolakan dan resistensi kolektif terhadap politisasi idola K-Pop. Pada postingan Ganjar Pranowo, respon yang muncul adalah penolakan yang cenderung kritis dan negosiatif terhadap wacana konser K-Pop yang dinilai memiliki muatan politik. Sementara itu, pada akun Aniesbubble, respon penggemar K-Pop cenderung positif, kreatif, dan partisipatif akibat penggunaan gaya komunikasi berbasis fandom yang lebih organik.
Kata kunci: budaya partisipatori; fan culture K-Pop; kampanye politik digital; netnografi; perilaku politik.
Tidak tersedia versi lain