Text
SKRIPSI REPRESENTASI KESETARAAN GENDER DALAM ANIME SOUSOU NO FRIEREN (ANALISIS SEMIOTIKA MODEL ROLAND BARTHES)
ABSTRAK
REPRESENTASI KESETARAAN GENDER DALAM ANIME SOUSOU NO FRIEREN (ANALISIS SEMIOTIKA MODEL ROLAND BARTHES)
Elang Rizqullah Nugroho, Deani Prionazvi Rhizky, Luky Fitriani
Anime sebagai bagian dari budaya populer Jepang memiliki peran penting dalam merepresentasikan dan membentuk nilai-nilai sosial, termasuk isu kesetaraan gender. Namun, representasi perempuan dalam anime Jepang masih sering dipengaruhi oleh budaya patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi kesetaraan gender ditampilkan dalam anime Sousou no Frieren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotatif, konotatif, dan mitos. Data penelitian berupa scene-scene terpilih yang merepresentasikan tiga indikator kesetaraan gender, yaitu partisipasi dan peluang ekonomi, pemberdayaan politik, serta pencapaian pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anime Sousou no Frieren merepresentasikan perempuan sebagai subjek yang kompeten, memiliki peran aktif dalam ranah kerja, legitimasi dalam pengambilan keputusan, serta kesempatan yang setara dalam proses pendidikan. Dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall, penelitian ini menunjukkan bahwa Sousou no Frieren tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga membangun makna kesetaraan gender yang menantang dominasi budaya patriarki.Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Sousou no Frieren, Semiotika Roland Barthes, Representasi Stuart Hall, Global Gender Gap Index.
Kata Kunci: Global Gender Gap Index, Kesetaraan Gender, Sousou no Frieren, Semiotika Roland Barthes, Representasi Stuart Hall.
Tidak tersedia versi lain