Text
SKRIPSI ANALISIS MANAJERIAL ATAS KETERLAMBATAN DANA APBD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA BAZNAS KOTA MAGELANG
Penelitian ini membahas keterlambatan pencairan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta implikasinya terhadap kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Magelang. Keterlambatan pencairan dana hibah tahun anggaran 2024 yang baru diterima pada bulan Juni menyebabkan gangguan signifikan dalam pelaksanaan program kerja, tertundanya pembayaran hak keuangan pimpinan selama lima bulan, serta terhambatnya operasional administrasi dan kegiatan sosial. Untuk menjaga keberlangsungan, BAZNAS menggunakan Dana Amil sebagai dana talangan sementara, meskipun langkah ini berisiko mengurangi alokasi bagi program pemberdayaan mustahik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan dipengaruhi oleh panjangnya birokrasi, kelengkapan dokumen yang kurang optimal, keterbatasan fiskal daerah, serta lemahnya koordinasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS Kota Magelang. Dampak yang timbul tidak hanya administratif, tetapi juga menurunkan motivasi internal dan mengancam kepercayaan publik. Strategi BAZNAS Kota Magelang meliputi pemanfaatan Dana Amil, penjadwalan ulang program, serta pengendalian ketat anggaran. Temuan ini diharapkan memberi kontribusi akademik dalam kajian manajemen publik serta masukan praktis bagi pemerintah daerah dan lembaga sosial keagamaan untuk merancang mekanisme pencairan dana hibah yang lebih responsif dan adaptif.
Kata Kunci: APBD, BAZNAS, keterlambatan dana, manajemen publik, kinerja kelembagaan
Tidak tersedia versi lain