Text
SKRIPSI ANALISIS SKEMA PENGENDALIAN POMPA PADA SISTEM POLDER TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN EPA-SWMM (STORM WATER MANAGEMENT MODEL)
Kawasan Tambak Lorok, Kota Semarang merupakan wilayah pesisir yang sering
mengalami banjir akibat curah hujan tinggi, pasang air laut serta penurunan muka tanah.
Kondisi ini menimbulkan kerugian seperti terganggunya aktivitas perekonomian nelayan,
penurunan kualitas lingkungan serta kerusakan permukiman, sarana dan prasarana.
Strategi pengendalian banjir yang diterapkan adalah sistem polder. Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan kapasitas dan skema operasi pompa yang paling efektif
dalam menurunkan ketinggian muka air kolam retensi.
Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan maksimum tahunan
dengan uji konsistensi (RAPS), analisis frekuensi curah hujan dan perhitungan intensitas
hujan metode Mononobe. Debit limpasan dihitung dengan metode Rasional sebagai input
ke model hidrolika menggunakan EPA-SWMM 5.2. Simulasi dilakukan untuk dua skema
operasi pompa, yaitu skema 1 dengan dua pompa kapasitas 0,5 m³/det dan skema 2
dengan tiga pompa kapasitas 0,5 m³/det. Parameter utama yang dianalisis meliputi
perubahan muka air, debit pompa, dan waktu pengosongan kolam.
Simulasi menunjukkan bahwa skema 2 mampu menurunkan muka air lebih cepat
dibanding dua pompa. Skema 1 membutuhkan durasi pemompaan yang lebih lama untuk
mencapai kondisi aman, namun menghasilkan konsumsi energi lebih rendah karena
pompa beroperasi lebih sedikit. Skema 1 mampu menurunkan muka air ke titik aman di
sekitar waktu 14-16 jam setelahnya satu pompa berhenti diteruskan dengan 1 pompa
lainnya hingga elevasi muka air berada di kedalaman 1 m. Skema terbaik adalah skema 1
dengan kontrol otomatis berdasarkan elevasi muka air. Skema ini memberikan kinerja
hidrolika yang efektif, menghindari genangan berlebih, dan lebih efisien secara energi
dibandingkan penggunaan tiga pompa.
Tidak tersedia versi lain