Text
SKRIPSI EVALUASI KINERJA STRUKTUR DAN REKOMENDASI PERKUATAN SERTA BIAYA BRACING GEDUNG BERDASARKAN ANALISIS RESPONS SPEKTRUM SNI 1726:2019 (STUDI KASUS : GEDUNG X SEMARANG)
Indonesia berada pada zona pertemuan tiga lempeng aktif-Eurasia, Indo
Australia, dan Pasifik-yang menyebabkan tingkat kegempaan sangat tinggi. Data
BMKG menunjukkan bahwa terjadi 186 gempa dengan magnitudo 5,0, dan 20 di
antaranya berpotensi menimbulkan kerusakan. Kondisi tektonik ini membuat
Indonesia rentan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi, letusan gunung api,
tsunami, hingga gerakan tanah. Karena itu, diperlukan analisis khusus terhadap struktur
gedung bertingkat agar mampu menahan beban gempa dan mengurangi risiko
kegagalan struktur sebagai tujuan penelitian.
Penelitian ini menganalisis struktur gedung di Semarang menggunakan metode
analisis dinamik respon spektrum berdasarkan SNI 1726:2019 untuk mengevaluasi
keamanan, menentukan kebutuhan perkuatan, serta menghitung estimasi biaya.
Pemodelan dilakukan dalam software dengan tahapan meliputi peninjauan jumlah
ragam, gaya geser seismik, penskalaan gaya, evaluasi simpangan antarlantai,
perhitungan sambungan, serta estimasi biaya perkuatan.
.
Hasil menunjukkan gaya geser maksimum pada arah X dan Y mencapai
5.429,2925 kN. Simpangan pada lantai 2–5 melebihi batas izin, sementara lantai 1 dan
6 masih memenuhi syarat. Perkuatan dilakukan dengan bracing konsentris tipe
inverted-V dan V menggunakan profil WF 175×175 (Fy 240 MPa). Bracing terbukti
efektif menurunkan simpangan sesuai ketentuan SNI, dengan total estimasi biaya
sebesar Rp 1.529.466.251,00.
Tidak tersedia versi lain