Text
SKRIPSI EVALUASI KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE ASPHALT PAVEMENT SURFACE EVALUATION AND RATING (PASER), SURFACE DISTRESS INDEX DAN INTERNATIONAL ROUGHNESS INDEX
Jalan Ciawi–Singaparna pada ruas STA 0+000 – 3+500 merupakan
penghubung vital antara Kecamatan Ciawi dan Kecamatan Singaparna yang
mengalami berbagai kerusakan perkerasan. Kerusakan tersebut berpotensi
mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sehingga memerlukan
evaluasi menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi perkerasan
jalan menggunakan tiga metode, yaitu Surface Distress Index (SDI), Asphalt
Pavement Surface Evaluation and Rating (PASER), dan International Roughness
Index (IRI) untuk menentukan jenis penanganan yang tepat berdasarkan tingkat
kerusakan.
Data penelitian diperoleh melalui survei lapangan langsung pada seluruh
segmen jalan. Nilai SDI dihitung mengikuti pedoman Bina Marga (2011), metode
PASER mengacu pada manual University of Wisconsin (2002), sedangkan nilai IRI
diperoleh dari aplikasi Roadlab Pro. Analisis dilakukan per segmen untuk
mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan secara detail.
Hasil evaluasi menunjukkan metode SDI menghasilkan nilai rata-rata 65,43
(sedang) dengan distribusi 54,29% segmen baik; 28,57% sedang; dan 17,14% rusak
berat. Metode IRI menunjukkan nilai rata-rata 6,24 m/km (sedang) untuk lajur kiri
dan 6,25 m/km (sedang) untuk lajur kanan dengan 28,57% baik; 48,57% sedang;
dan 22,86% rusak ringan untuk lajur kanan dan 28,57% baik; 45,71% sedang; dan
25,71% rusak ringan. Metode PASER memberikan skor rata-rata 5 (sedang) dengan
distribusi 20% sempurna, 5,71% sangat baik; 11,43% baik; 34,29% sedang; 11,43%
rusak ringan; dan 17,14% rusak berat. Rekomendasi penanganan menurut Bina
Marga meliputi 65,71% pemeliharaan rutin; 17,14% pemeliharaan berkala; dan
17,14% rekonstruksi. Klasifikasi PASER menghasilkan 40% pemeliharaan rutin;
14,29% pemeliharaan berkala; 28,57% rehabilitasi; dan 17,14% rekonstruksi.
Tidak tersedia versi lain