Text
SKRIPSI ANALISIS QUANTITY TAKE OFF BERBASIS BIM DAN KONVENSIONAL PADA STRUKTUR GEDUNG (STUDI KASUS: GEDUNG KULIAH BERSAMA III UNIMUS)
Perkembangan industri konstruksi menuntut perhitungan Quantity Take Off (QTO) yang akurat dan efisien karena berpengaruh langsung terhadap estimasi biaya dan pengendalian material, terutama pada proyek gedung bertingkat. Penelitian ini membandingkan metode konvensional dengan Building Information Modeling (BIM) Revit sebagai teknologi perencanaan terintegrasi pada struktur Gedung Kuliah Bersama III UNIMUS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data utama Detail Engineering Design (DED) dan Bill of Quantity (BoQ). QTO struktur beton bertulang dihitung dua cara: konvensional berbasis AutoCAD-Microsoft Excel dan BIM Autodesk Revit. Hasil volume tulangan/beton dikonversi menjadi biaya untuk analisis selisih antar metode. Volume tulangan konvensional 2.221.972,14 kg dengan BIM 2.176.561,78 kg (selisih 2,04%); beton 7.527,85 m³ dengan 7.492,31 m³ (0,47%). Selisih estimasi biaya struktur Rp 963.493.124 atau 1,68%, dengan biaya BIM lebih rendah dibanding konvensional. BIM lebih efisien untuk QTO struktur gedung bertingkat karena mengurangi human error dan waste material.
Tidak tersedia versi lain