Text
SKRIPSI MITIGASI SATURASI CURRENT TRANSFORMER (CT) PADA GARDU INDUK 150 kV SANGGRAHAN
Salah satu komponen utama gardu induk adalah Current Transformer, yang apabila rusak maka harus diganti dengan CT yang baru, tentunya akan membutuhkan biaya yang sangat mahal dan sifatnya tidak efisien. Oleh karena itu penelitan ini bertujuan sebagai upaya mengurangi dampak saturasi pada CT sehingga, CT dapat melakukan fungsi pengukuran arus yang lebih akurat sehingga sistem kelistrikan dapat beroperasi dengan lebih andal, efisien. Sebagai upaya mengurangi dampak saturasi pada CT sehingga, CT dapat melakukan fungsi pengukuran arus yang lebih akurat sehingga sistem kelistrikan dapat beroperasi dengan lebih andal, efisien, dan aman serta hal yang terpenting adalah menjaga stabilitas sistem dan mencegah potensi kerusakan dan gangguan yang dapat berdampak buruk pada perangkat listrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan hasil pengujian eksitasi dengan alat STS 5000 dan melakukan perhitungan titik jenuh (knee point). Berdasarkan hasil pengujian pada titik ke-18 dengan tegangan sebesar Vk=1084,661 V, diperoleh bahwa kenaikan tegangan sebesar 10 % menyebabkan arus eksitasi meningkat dari 5,777 mA menjadi 8,899 mA, atau mengalami kenaikan sebesar 54,4%. Kondisi ini menunjukkan bahwa inti CT mulai memasuki daerah nonlinier sehingga berpotensi menimbulkan distorsi arus sekunder saat terjadi gangguan arus besar. Mitigasi saturasi dilakukan dengan menjaga tegangan kerja sekunder CT (Vs kerja) tetap di bawah 80% nilai knee point (±867,7 V) agar CT beroperasi pada daerah linier. Selain itu, pengurangan burden sekunder melalui penggunaan relai berimpedansi rendah, optimalisasi kabel sekunder, serta pemilihan CT kelas proteksi yang sesuai seperti PX atau TPY dengan nilai Vknee yang memadai menjadi langkah efektif untuk menjaga akurasi dan keandalan sistem proteksi
Tidak tersedia versi lain