Text
SKRIPSI ANALISIS PENGGUNAAN RECLOSER TERHADAP PENGAMAN ARUS LEBIH PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG PWO6: STUDI KASUS DI PT. PLN (PERSERO) ULP KUTOARJO
Jaringan distribusi listrik 20 kV pada Penyulang PWO6 sering mengalami gangguan hubung singkat yang mengakibatkan terganggunya kontinuitas pelayanan kepada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan koordinasi sistem proteksi recloser terhadap gangguan arus lebih, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap indeks keandalan sistem menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metodologi penelitian mencakup perhitungan manual arus hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah yang divalidasi dengan simulasi software ETAP 21.0.1. Hasil analisis menunjukkan arus hubung singkat tertinggi sebesar 5.524,37 A pada jarak 3,3 km dari gardu induk, dengan karakteristik arus yang menurun seiring bertambahnya jarak titik gangguan. Evaluasi keandalan pada kondisi eksisting tahun 2025 menghasilkan nilai SAIFI sebesar 29,2502 kali/tahun dan SAIDI sebesar 15,5371 jam/tahun, di mana frekuensi pemadaman (SAIFI) masih jauh melampaui standar SPLN 68-2:1986. Sebagai solusi perbaikan, dilakukan simulasi penambahan recloser pada titik PWO06-175-16. Strategi ini berhasil meningkatkan keandalan sistem secara signifikan, ditandai dengan penurunan nilai SAIFI menjadi 23,3270 kali/tahun dan SAIDI menjadi 12,3907 jam/tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penempatan recloser yang tepat efektif meminimalisir area pemadaman dan mempercepat isolasi gangguan, sehingga disarankan sebagai langkah mitigasi utama di samping pemeliharaan rutin jaringan.
Tidak tersedia versi lain