Text
SKRIPSI RANCANG BANGUN BATTERY MANAGEMENT SYSTEMMENGGUNAKAN ACTIVE BALANCING
Baterai Lithium-ion (Li-ion) yang terhubung secara seri cenderung memiliki perbedaan tegangan disetiap selnya, perbedaan ini dapat mengurangi kapasitas dan masa pakai baterai. Metode passive balancing yang umum digunakan memiliki kelemahan berupa dapat menghasilkan panas berlebih dan memiliki tingkat efisiensi yang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Battery Management System (BMS) dengan metode active balancing menggunakan topologi single LC yang memungkinkan proses balancing berjalan dengan stabil dalam menyeimbangkan tegangan baterai. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini meliputi perancangan hardware berbasis Arduino Mega 2560, modul sensor INA219 sebagai pemantau tegangan dan arus presisi, serta rangkaian LC yang memanfaatkan resonansi induktor dan kapasitor sebagai media balancing antar sel. Pengujian dilakukan pada baterai 18650 dengan konfigurasi 3S yang dilengkapi dengan skenario monitoring, charging, dan balancing. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem monitoring memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dengan rata-rata error pembacaan tegangan ≤ 0,61% dan rata-rata error pembacaan arus ≤ 3,47%. Fitur active balancing berhasil menyaeimbangkan tegangan antar sel dari perbedaan awal ≥ 0,2 V menjadi ≤ 0,03 V. Efisiensi transfer energi dan transfer muatan didapat sebesar 32,40% dan 32,43%, dengan arus puncak berdasarkan ΔV mencapai 1,8 A pada proses penyeimbangan B2→B1 dan 1,1 A pada proses penyeimbangan B3→B1. Sebagai kesimpulan, topologi single LC terbukti menjadi solusi penyeimbangan active yang lebih aman secara termal jika dibandingkan dengan metode passive balancing. Namun, metode ini masih menghadapi tantangan terkait redaman resistif dari komponen yang digunakan.
Tidak tersedia versi lain