Text
SKRIPSI PENGARUH VARIASI TEMPRATUR PROSES PIROLISIS TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPELET BERBAHAN BAKU ARANG LIMBAH AMPAS TEBU DAN KULIT KOPI
Peningkatan kebutuhan energi dan keterbatasan cadangan bahan bakar fosil mendorong pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu pirolisis terhadap kualitas biopelet berbahan baku limbah ampas tebu dan kulit kopi. Bahan disiapkan dengan perbandingan 50:50 serta tambahan 15% tepung tapioka sebagai perekat. Proses pirolisis dilakukan pada suhu 450°C, 500°C, dan 550°C selama 120 menit dalam kondisi tanpa oksigen. Biochar hasil pirolisis dibentuk menjadi biopelet, kemudian diuji komposisi proksimat, nilai kalor, serta laju pembakaran. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu pirolisis berpengaruh signifikan terhadap karakteristik biopelet. Suhu 550°C menghasilkan kadar air terendah (8,436%), kadar karbon terikat tertinggi (62,191%), nilai kalor tertinggi (6293 kal/gr), serta laju pembakaran terbesar (0,05789 g/detik). Sebaliknya, kadar abu meningkat dengan kenaikan suhu, sedangkan kadar zat terbang menurun. Dengan demikian, biopelet terbaik diperoleh pada suhu 550°C. Penelitian ini menegaskan potensi limbah ampas tebu dan kulit kopi sebagai bahan baku biopelet melalui optimasi suhu pirolisis untuk mendukung pengembangan energi biomassa berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain