Text
SKRIPSI PENGARUH VARIASI KOMPOSISI SERBUK KAYU JATI, SERBUK KUNINGAN DAN MAGNESIUM OKSIDA TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT BERMATRIKS EPOKSI SEBAGAI BAHAN KAMPAS REM
Pertumbuhan industri otomotif di Indonesia meningkatkan kebutuhan komponen kendaraan, terutama kampas rem yang sering mengalami pergantian dan berperan vital dalam sistem pengereman. Seiring berkembangnya industri penggergajian kayu jati, limbah serbuk kayu jati melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah serbuk kayu jati sebagai bahan penguat utama pada komposit kampas rem non-asbestos bermatriks epoksi serta menganalisis pengaruh variasi komposisi terhadap sifat mekanik komposit. Metode eksperimental dilakukan dengan variasi komposisi serbuk kayu jati, serbuk kuningan, magnesium oksida, dan resin epoksi, yaitu variasi satu 20%:20%:20%:40%, variasi dua 30%:15%:15%:40%, dan variasi tiga 40%:10%:10%:40%. Proses pembuatan meliputi pencampuran mekanis, kompaksi dengan tekanan 5 ton selama 30 menit, serta sintering pada suhu 150°C selama 30 menit. Pengujian dilakukan uji keausan metode ogoshi dengan kampas rem sepeda motor komersial sebagai pembanding, uji impak metode charpy, dan pengamatan struktur makro. Hasil uji keausan menunjukkan nilai tertinggi pada variasi satu sebesar 8,21 × 10⁻⁷ mm²/kg dan terendah pada variasi tiga sebesar 4,59 × 10⁻⁷ mm²/kg, yang lebih rendah dibandingkan kampas rem komersial sebesar 6,748 × 10⁻⁷ mm²/kg. Hasil uji impak metode charpy menunjukkan bahwa nilai ketangguhan impak komposit cenderung meningkat seiring bertambahnya fraksi serbuk kayu jati, dengan nilai tertinggi pada variasi tiga sebesar 0,082 J/mm² dan energi serap sebesar 5,150 J. Pengamatan struktur makro menunjukkan bahwa variasi tiga memiliki distribusi partikel yang lebih merata serta jumlah void yang lebih sedikit. Dengan demikian, variasi komposisi serbuk kayu jati memberikan pengaruh terhadap sifat mekanik komposit kampas rem non-asbestos.
Tidak tersedia versi lain