Text
SKRIPSI LAJU FOTOSINTESIS DAN HASIL PADA DUA BELAS GENOTIPE TANAMAN KEDELAI [Glycine max (L.) Merril.]
ABSTRAK
INDAH MUTIA RAMADHANI.
Laju fotosintesis dan Hasil pada Dua Belas Genotipe Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Dibimbing oleh AGUS SUPRAPTO dan TRI SUWARNI WAHYUDININGSIH.
Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas penting sebagai sumber protein nabati, namun produksi nasional belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Upaya peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui seleksi genotipe berdasarkan kemampuan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju fotosintesis dan hasil pada dua belas genotipe kedelai serta hubungan keduanya. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Tidar, Magelang, dari Oktober 2024 hingga Februari 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju fotosintesis, fotosintetik aktif radiasi, transpirasi, kadar CO₂ dan H₂O, serta berat biji. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil menunjukkan bahwa genotipe G9 (UM 3.2 x Grobogan-359-4) memiliki laju fotosintesis tertinggi (48,19 µmol/m²/s) pada 80 HST, sedangkan genotipe G2 (Argomulyo x UM 6.3-5-2) menghasilkan berat biji tertinggi (37,99 g). Parameter laju fotosintesis berhubungan positif dengan kadar CO₂, menandakan efisiensi penyerapan karbon berpengaruh terhadap produktivitas biji. Perbedaan antar genotipe menunjukkan adanya variasi genetik yang signifikan terhadap kemampuan fotosintesis dan hasil. Hasil penelitian ini berimplikasi pada seleksi genotipe unggul kedelai berfotosintesis tinggi sebagai dasar pengembangan varietas berdaya hasil tinggi dan adaptif terhadap kondisi lingkungan tropis.
Kata kunci: Laju fotosintesis, Hasil biji, Genotipe, Kedelai
Tidak tersedia versi lain