Text
SKRIPSI HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH ALE DALAM NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI KARYA BRIAN KHRISNA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BAHAN AJAR TOKOH DAN PERWATAKAN DI KELAS 12 SMA
Penelitian yang berjudul “Hierarki Kebutuhan Tokoh Ale dalam Novel Seporsi Mie
Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna dan Implementasinya dalam Bahan Ajar
Tokoh dan Perwatakan di SMA” dilatarbelakangi oleh karya sastra yang tidak lepas
dari adanya tokoh. Perjalanan tokoh dalam karya sastra yang seringkali merupakan
perjalanan pemenuhan atau kegagalan pemenuhan hierarki kebutuhan. Novel
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati menceritakan kehidupan perjalanan tokoh yang
semasa hidupnya mendapatkan perundungan. Penelitian ini diimplementasikan ke
dalam bahan ajar berupa handout pada materi tokoh dan perwatakan dalam novel
bertema perundungan.
Penelitian ini mempunyai dua rumusan masalah, yaitu, (1) Bagaimana hierarki
kebutuhan tokoh Ale dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian
Khrisna? (2) Bagaimana implementasi dari penelitian hierarki kebutuhan tokoh Ale
dalam materi ajar di SMA?. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan
hierarki kebutuhan yang ada pada tokoh Ale, (2) menghasilkan bahan ajar berupa
handout untuk SMA kelas XII sesuai capaian pembelajaran fase F.
Sumber data penelitian ini adalah novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
terbitan PT Gramedia Widiasarana Indonesia (2025). Teknik analisis data
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan mengidentifikasi data,
menafsirkan data, mendeskripsikan data, dan menyimpulkan data.
Penelitian ini menghasilkan 34 data yang terdiri dari 6 kebutuhan fisiologis, 9
kebutuhan rasa aman, 3 kebutuhan rasa cinta dan memiliki, 10 kebutuhan harga diri,
6 kebutuhan aktualisasi diri. Hierarki kebutuhan yang dominan ditemukan adalah
kebutuhan harga diri. Hasil penelitian ini diimplementasikan dalam bahan ajar
berupa handout untuk memperkuat literasi dan pemahaman peserta didik.
Dari hasil penelitian, hierarki kebutuhan yang ditemukan saling berkaitan
sehingga tokoh Ale dapat mencapai aktualisasi diri. Peneliti berharap akan ada
analisis yang lebih mendalam terhadap novel lain dengan menggunakan kajian
psikologi humanistik Abraham Maslow. Dengan demikian, penelitian sastra di
Indonesia akan menjadi lebih luas dan beragam.
Tidak tersedia versi lain