Text
SKRIPSI REPRESENTASI SEJARAH PADA NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK SEBAGAI MATERI AJAR TEKS CERPEN KELAS XI SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sejarah yang menjadi salah satu fenomena cerminan
realitas sosial di masa lalu dan terefleksi dalam karya sastra berupa novel berjudul
Amba karya Laksmi Pamuntjak. Fenomena sejarah yang tercermin dalam novel Amba
karya Laksmi Pamuntjak yaitu tragedi politik tahun 1965. Dua tragedi kemanusiaan
yang memakan sangat banyak korban dalam peristiwa sejarah tersebut yaitu
pembunuhan massal kelompok komunis pasca G30S dan pembuangan ke Pulau Buru.
Realitas sosial kerap menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya sastra oleh
pengarang. Seorang pengarang realis menggunakan makna kehidupan sebagai sudut
pandang dalam melihat realitas yang terjadi di masyarakat. Hal tersebut menjadikan
karya sastra realis memiliki relevansi yang kuat untuk dikaji menggunakan teori
realisme sosialis Georg Lukacs. Tiga hal utama yang dapat dipahami dari teori realisme
sosialis Georg Lukacs yaitu fakta dalam pikiran, fakta dalam dunia nyata, dan
hubungan fakta dalam pikiran dan fakta dalam dunia nyata.
Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan fakta dalam pikiran, fakta dalam dunia nyata, dan hubungan fakta
dalam pikiran dan fakta dalam dunia nyata yang merepresentasikan sejarah dalam
novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Selain itu, penelitian ini juga akan
mendeskripsikan implikasi terkait representasi sejarah dalam novel Amba karya
Laksmi Pamuntjak sebagai materi ajar teks cerpen kelas XI SMA.
Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan objek formal
berupa representasi sejarah tragedi kerusuhan politik tahun 1965 dan objek material
berupa novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Teori yang digunakan yaitu teori
realisme sosialis Georg Lukacs. Teknik penyediaan data berupa baca dan catat.
Selanjutnya, Teknik analisis data berupa analisis isi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada delapan bentuk representasi sejarah tragedi
1965 yaitu (1) Penyerbuan Universitas Res Publica, (2) Pembuangan dan Pengasingan
Tapol ke Pulau Buru, (3) Pembebasan Tapol, (4) Kerusuhan Politik Sebelum Peristiwa
G30S, (5) Kerusuhan Politik Pasca Peristiwa G30S, (6) Kekerasan Politik Tahun 1965,
(7) Peristiwa G30S, dan (8) Kediri, Tahun 1965.
Tidak tersedia versi lain