Text
SKRIPSI EVALUASI KEKUATAN DAN LAJU KOROS SAMBUNGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SS304 – BAJA KARBON RENDAH SS400 DENGAN PROSES LAS MIG
Kombinasi material stainless steel SS304 dan baja karbon rendah SS400 banyak
digunakan pada komponen otomotif dan konstruksi, karena mampu
menggabungkan ketahanan korosi dan kekuatan mekanik. Namun, perbedaan sifat
fisik dan mekanik kedua material tersebut dapat memengaruhi kualitas sambungan
las, terutama jika ditinjau dari variasi posisi pengelasan. Oleh karena itu, penelitian
ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh posisi pengelasan 1G, 2G, dan 3G
terhadap cacat jalur pengelasan, kekuatan tarik, serta laju korosi pada sambungan
las Metal Inert Gas (MIG). Bahan digunakan dalam penelitian ini plat stainless steel
SS304 dan baja karbon rendah SS400 yang disambung menggunakan kampuh V
dengan sudut 60°. Proses pengelasan dilakukan dengan metode MIG menggunakan
arus 70 A dan kawat elektroda ER309L. Pengujian cacat pengelasan dilakukan
menggunakan metode liquid penetrant sesuai standar ASTM E165 untuk
mendeteksi cacat permukaan. Pengujian kekuatan tarik mengacu pada standar
ASTM E8. Pengujian laju korosi dilakukan menggunakan metode elektrokimia
dalam larutan NaCl berdasarkan standar ASTM G102 untuk mengetahui ketahanan
korosi sambungan las. Hasil pengujian menunjukkan bahwa posisi pengelasan 1G
menghasilkan cacat pengelasan paling sedikit dibandingkan posisi 2G dan 3G.
Pengujian tarik memperlihatkan bahwa sambungan las pada posisi 2G memiliki
nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 464,4 N/mm2, sedangkan posisi 3G
menunjukkan nilai terendah sebesar 412,4 N/mm2 akibat pengaruh gravitasi
terhadap kolam las. Pada pengujian laju korosi, posisi 1G juga menunjukkan laju
korosi paling rendah sebesar 0,0789 mmpy, yang menandakan ketahanan korosi
yang lebih baik. Posisi pengelasan sangat berpengaruh terhadap kualitas
sambungan las MIG, di mana posisi 1G memberikan performa terbaik dari segi
cacat, kekuatan tarik, dan ketahanan korosi
Tidak tersedia versi lain