PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar

Beranda Katalog Koleksi Konten Lokal Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi, Laporan Akhir, LKP) Lantai 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

SKRIPSI EVALUASI KEKUATAN DAN LAJU KOROS SAMBUNGAN MATERIAL STAINLESS STEEL SS304 – BAJA KARBON RENDAH SS400 DENGAN PROSES LAS MIG

YOGGO BAGUS PAMUNGKAS - Nama Orang;

Kombinasi material stainless steel SS304 dan baja karbon rendah SS400 banyak
digunakan pada komponen otomotif dan konstruksi, karena mampu
menggabungkan ketahanan korosi dan kekuatan mekanik. Namun, perbedaan sifat
fisik dan mekanik kedua material tersebut dapat memengaruhi kualitas sambungan
las, terutama jika ditinjau dari variasi posisi pengelasan. Oleh karena itu, penelitian
ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh posisi pengelasan 1G, 2G, dan 3G
terhadap cacat jalur pengelasan, kekuatan tarik, serta laju korosi pada sambungan
las Metal Inert Gas (MIG). Bahan digunakan dalam penelitian ini plat stainless steel
SS304 dan baja karbon rendah SS400 yang disambung menggunakan kampuh V
dengan sudut 60°. Proses pengelasan dilakukan dengan metode MIG menggunakan
arus 70 A dan kawat elektroda ER309L. Pengujian cacat pengelasan dilakukan
menggunakan metode liquid penetrant sesuai standar ASTM E165 untuk
mendeteksi cacat permukaan. Pengujian kekuatan tarik mengacu pada standar
ASTM E8. Pengujian laju korosi dilakukan menggunakan metode elektrokimia
dalam larutan NaCl berdasarkan standar ASTM G102 untuk mengetahui ketahanan
korosi sambungan las. Hasil pengujian menunjukkan bahwa posisi pengelasan 1G
menghasilkan cacat pengelasan paling sedikit dibandingkan posisi 2G dan 3G.
Pengujian tarik memperlihatkan bahwa sambungan las pada posisi 2G memiliki
nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 464,4 N/mm2, sedangkan posisi 3G
menunjukkan nilai terendah sebesar 412,4 N/mm2 akibat pengaruh gravitasi
terhadap kolam las. Pada pengujian laju korosi, posisi 1G juga menunjukkan laju
korosi paling rendah sebesar 0,0789 mmpy, yang menandakan ketahanan korosi
yang lebih baik. Posisi pengelasan sangat berpengaruh terhadap kualitas
sambungan las MIG, di mana posisi 1G memberikan performa terbaik dari segi
cacat, kekuatan tarik, dan ketahanan korosi


Ketersediaan
#
Ruang Skripsi MESIN PAM E 2026
32-UN57.U1-STM-IV-2026
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
MESIN PAM E 2026
Penerbit
MAGELANG : UNIVERSITAS TIDAR., 2026
Deskripsi Fisik
XV;73 HLM;29 CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
621.8
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PRODI_S1_TEKNIK_MESIN
FAKULTAS_FT
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • FULL TEXT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?