Text
SKRIPSI ANALISIS PENGARUH NON PERFORMED LOAN (NPL) TERHADAP PENDAPATAN BANK (STUDI KASUS PADA PD BPR-BKK SAWANGAN)
Fungsi utama bank sebagai perantara antara masyarakat kelebihan dana dengan masyarakat kekurangan dana, maka usaha pokok yang dilaksanakan bank adalah kegiatan-kegiatan pada sektor perkreditan, atau penyaluran dana. Pendapatan bank yang terbesar diperoleh dari sektor perkreditan. Semakin tinggi volume perkreditannya, maka semakin besar pula kemungkinan suatu bank untuk memperoleh laba atau profit. Oleh karena tujuan utama didirikannya suatu bank adalah untuk pencapaian profitabilitas yang maksimal, maka perlu dilakukan pengelolaan perbankan secara profesional terutama dalam sektor perkreditannya. Dengan dilakukannya pengelolaan kredit secara profesional diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan profitabilitas bank, karena tingkat likuiditas dan profitabilitas yang tinggi menunjukkan kinerja perbankan yang tinggi pula. Manajemen kredit yang baik dimulai dari perencanaan jumlah kredit, penentuan suku bunga, prosedur pemberian kredit, analisis pemberian kredit sampai kepada pengendalian dan pengawasan kredit yang macet.Pendapatan terbesar dalam bank yang dapat mempengaruhi modal adalah pendapatan bunga dari penyaluran kredit, karena dari peningkatan penyaluran kredit maka perolehan pendapatan bunga meningkat, dimana peningkatan pendapatan ini dapat menutupi seluruh beban termasuk NPL. Jika kondisi dalam suatu bank terjadi peningkatan penyaluran kredit, maka NPL akan meningkat yang tidak diikuti dengan peningkatan perolehan pendapatan. Sehingga akan menyebabkan modal berkurang, begitu pula dengan sumber dana yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat akan
berkurang. Tetapi jika kondisi sebaliknya dimana jumlah dari penyaluran kreditnya mengalami penurunan maka pendapatan menurun dan NPL pun mengalami penurunan.Bank tidak dapat memberikan dana segar kepada masyarakat yang benar-benar
membutuhkan dengan lancar karena terbatasnya dana segar. Meningkatnya jumlah penyaluran kredit akan menyebabkan meningkatnya NPL yang juga disertai meningkatnya beban, hal ini tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan modal. Selain
besarnya beban operasional dan meningkatnya NPL yang mempengaruhi perkembangan modal. Adapun faktor lain mempengaruhi jumlah modal yaitu pembagian deviden yang tidak seimbang dengan laba ditahan. Karena modal bersih
bank mencerminkan jumlah dana yang akan disalurkan kembali kepada masyarakat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain