Text
SKRIPSI ANALISIS KUAT LENTUR CROSS LAMINATED BAMBOO PETUNG DENGAN VARIASI SUDUT LAMINASI
Pemanfaatan bambu sebagai material konstruksi berkelanjutan terus
dikembangkan sebagai alternatif pengganti kayu karena ketersediaannya melimpah,
cepat tumbuh, serta ramah lingkungan. Salah satu inovasi produk bambu adalah
cross laminated bamboo (CLB), yaitu papan bambu laminasi bersilangan yang
dirancang untuk meningkatkan stabilitas dimensi dan performa mekanik. Bambu
petung (Dendrocalamus asper) dipilih karena memiliki diameter besar, dinding
tebal, dan serat rapat sehingga berpotensi sebagai material struktural. Penelitian ini
dilakukan untuk menganalisis kuat lentur papan CLB bambu petung dengan variasi
sudut laminasi lapisan tengah 30°, 45°, 60°, dan 90° guna mengetahui konfigurasi
sudut yang mampu menerima beban lentur tertinggi.
Metode penelitian menggunakan benda uji papan CLB tiga lapis berukuran
650 × 200 × 30 mm yang dibuat dengan perekat polyvinyl acetate (PVAc).
Pengujian kuat lentur dilakukan menggunakan metode beban terpusat satu titik
sesuai SNI 03-3959-1995, sedangkan perhitungan Modulus of Elasticity (MoE) dan
Modulus of Rupture (MoR) mengacu pada ASTM D198. Sebelum pengujian lentur,
dilakukan pengujian kadar air menggunakan moisture meter untuk memastikan
kadar air berada di bawah batas standar. Variasi sudut laminasi menjadi variabel
utama penelitian untuk mengkaji pengaruh orientasi serat terhadap performa lentur
panel.
Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata MoE masing-masing sebesar
2751,975 MPa pada 30°, 1585,222 MPa pada 45°, 7077,139 MPa pada 60°, dan
5043,215 MPa pada 90°, sedangkan nilai rata-rata MoR berturut-turut sebesar
25,840 MPa, 24,898 MPa, 35,191 MPa, dan 25,294 MPa. Variasi sudut laminasi
60° menghasilkan hasil beban lentur tertinggi dibanding variasi lainnya.
Berdasarkan hasil konversi beban diperoleh nilai beban merata yang bekerja pada
panel CLB sebesar 8,08 hingga 18,27 kN/m². Nilai tersebut menunjukkan bahwa
panel CLB sesuai dengan SNI 1727 beban rencana lantai pada bangunan hunian
satu atau dua keluarga minimum mampu menahan 4,79 kN/m². Pola kegagalan
benda uji didominasi oleh kegagalan tarik pada sisi bawah dan delaminasi antar
lapisan, yang menunjukkan bahwa orientasi sudut laminasi berpengaruh signifikan
terhadap distribusi tegangan dan kapasitas lentur panel CLB.
Tidak tersedia versi lain