Text
SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA INSTRUKTUR (STADI KASUS DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN TEMANGGUNG)
Perkembangan dunia ilmu dan teknologi terus menerus mengalami kemajuan yang pesat, kemajuan itu membawa konsekuensi logis terhadap persaingan yang kompetitif terhadap para pelaku usaha, baik pelaku usaha ekonomi, jasa maupun produksi. Untuk memenangkan persaingan tersebut sumber daya manusia memegang peranan yang penting, oleh karena itu hanya manusia yang handal dan berkualitas yang dapat memenangkan persaingan tersebut. beberapa faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja instruktur diantaranya motivasi dan pelatihan kerja. Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong dan memberi semangat terhadap instruktur dalam meningkatkan kemauan sedangkan pelatihan kerja merupakan faktor yang mampu meningkatkan keahlian dan metodologinya, hal ini penting mengingat instruktur merupakan
pegawai fungsional khusus yang diberi tugas dan wewenang melaksanakan pelatihan. Penelitian dengan judul "Pengaruh Motivasi dan Pelatihan Kerja Terhadap Prestasi Kerja (Study Kasus Di Balai Latihan Kerja Kabupaten Temanggung )" bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan pelatihan kerja terhadap prestasi kerja instruktur di Balai Latihan Kerja Kabupaten Temanggung, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus yaitu semua instruktur yang berjumlah 20 responden dijadikan sample, hasil analisa data dengan menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 10. Hasil uji F bahwa ada pengaruh yang positif dan bermakna antara motivasi kerja (X1) dan pelatihan kerja (X2) secara bersama-sama terhadap prestasi kerja Instruktur Balai Latihan Kerja Kabupaten Temanggung, hal tersebut diketahui dari uji F, dimana F hitung
sebesar 14,180 lebih besar dari F tabel = 3,59. Sedangkan hasil analisa secara parsial menunjukkan bahwa motivasi kerja (X₁) dan pelatihan kerja (X2) secara sendiri-sendiri berpengaruh terhadap prestasi kerja instruktur Balai Kerja Kabupaten Temanggung, hal tersebut diketahui dari t hitung motivasi kerja (X1) = 3,574 dan t hitung pelatihan kerja (X2) = 2,93 lebih besar t tabel (2,10) sedangkan dari hasil analisis koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0,625. hal ini berarti bahwa pengaruh variabel motivasi (X₁) dan pelatihan kerja (X2) terhadap prestasi kerja Instruktur Balai Latihan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain