Text
SKRIPSI TRADISI JIMPITAN SEBAGAI MODAL SOSIAL DALAM MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT PADA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DUSUN ROWOPRIGI
ABSTRAK
Tradisi Jimpitan sebagai Modal Sosial dalam Menciptakan Kemandirian Masyarakat pada Pembangunan Infrastruktur di Dusun Rowoprigi
Dwi Aniroh (2230201106)
Jurusan Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Tidar
Pembangunan infrastruktur merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat karena berperan dalam mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan mobilitas warga. Namun, di Dusun Rowoprigi terdapat suatu tradisi jimpitan yang dilakukan masyarakat secara rutin dan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur seperti penerangan jalan, pembuatan pagar makam, perbaikan jalan, gorong-gorong, pos ronda, serta sarana prasarana lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tradisi jimpitan di Dusun Rowoprigi sebagai modal sosial dalam menciptakan kemandirian masyarakat pada pembangunan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial dari Janah et al. (2024) yang menekankan 3 elemen utama yaitu jaringan sosial, norma, dan kepercayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi jimpitan di Dusun Rowoprigi membentuk dan memperkuat modal sosial melalui jaringan sosial, norma, dan kepercayaan. Jaringan tercermin melalui dari partisipasi dan kerja sama antarwarga, norma terlihat dari adanya aturan dan kedisiplinan dalam pelaksanaan jimpitan, serta kepercayaan dibangun melalui transparansi pengelolaan dana. Modal sosial tersebut mendorong kemandirian masyarakat dalam pembiayaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur secara swadaya di Dusun Rowoprigi.
Kata kunci : jimpitan; modal sosial; kemandirian masyarakat; Pembangunan infrastruktur.
Tidak tersedia versi lain