Text
SKRIPSI MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM KAMPUNG ORGANIK BERSEMI JAMBON GESIKAN, KELURAHAN CACABAN, KECAMATAN MAGELANG TENGAH, KOTA MAGELANG
ABSTRAK
MODAL SOSIAL DALAM PROGRAM KAMPUNG ORGANIK BERSEMI JAMBON GESIKAN, KELURAHAN CACABAN, KECAMATAN MAGELANG TENGAH, KOTA MAGELANG
Naufal Ridho Aji
2210201032
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal sosial dalam pelaksanaan Program Kampung Organik Bersemi di RW 04 Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan menetapkan 14 informan yang terdiri atas unsur pemerintah daerah (DLH dan Disperpa), perangkat kelurahan, ketua RW, pengurus kampung organik, pemilik lahan, tokoh paguyuban, perwakilan pemuda, serta masyarakat setempat. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Fokus kajian diarahkan pada lima dimensi modal sosial, yaitu kepercayaan, jaringan sosial, norma dan nilai sosial, partisipasi dan aksi kolektif, serta tindakan proaktif. Hasil penelitian menunjukkan modal sosial berperan penting melalui lima dimensi: kepercayaan, jaringan sosial, norma dan nilai, partisipasi kolektif, serta tindakan proaktif. Kepercayaan menjadi dimensi paling dominan, terbangun dari interaksi sosial yang berkelanjutan dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Jaringan sosial terbentuk melalui hubungan internal antarwarga maupun eksternal dengan pemerintah dan organisasi lain, namun masih lemah pada lintas generasi. Norma gotong royong menjadi pengikat utama partisipasi masyarakat yang tergolong tinggi, berlangsung secara sukarela, namun masih didominasi usia lanjut. Tindakan proaktif tercermin dalam inovasi pengelolaan sampah dan budidaya tanaman organik, meskipun belum sepenuhnya terstruktur. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial merupakan kekuatan utama dalam keberhasilan Program Kampung Organik Bersemi. Namun demikian, diperlukan penguatan jaringan sosial lintas generasi guna meningkatkan keterlibatan pemuda serta menjamin keberlanjutan program di masa mendatang.
Kata Kunci: Modal Sosial; Pemberdayaan Masyarakat; Kampung Organik Bersemi
Tidak tersedia versi lain