Text
SKRIPSI COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA WANUREJO, KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG
ABSTRAK
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA WANUREJO, KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG
Pandu Tiffany Zacki (2210201025)
Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya koordinasi antar aktor dalam pengelolaan Desa Wisata Wanurejo serta kurangnya dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja kelompok sadar wisata (pokdarwis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses collaborative governance dalam pengelolaan Desa Wisata Wanurejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan dimensi proses kolaboratif dalam teori collaborative governance dari Ansell & Gash (2008) yang meliputi dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan hasil sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam pengelolaan Desa Wisata Wanurejo sudah berjalan, namun belum optimal. Dialog tatap muka antar stakeholder telah dilakukan, tetapi belum rutin dan belum melibatkan seluruh pihak secara merata. Kepercayaan antar stakeholder mulai terbentuk melalui pembagian peran dan adanya dukungan dana desa, meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran. Komitmen terhadap proses terlihat dari keterlibatan aktif stakeholder serta adanya dasar hukum berupa peraturan desa dan surat keputusan (SK), namun masih terkendala keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Pemahaman bersama antar stakeholder terkait tujuan pengembangan desa wisata sudah terbentuk, tetapi belum merata kepada seluruh masyarakat karena minimnya sosialisasi. Hasil sementara dari proses kolaborasi terlihat melalui peningkatan jumlah wisatawan, berkembangnya UMKM, dan adanya penghargaan desa wisata, meskipun belum didukung oleh perencanaan strategis yang jelas. Faktor pendukung kolaborasi meliputi tujuan bersama, aturan yang jelas, dan pembagian tanggung jawab antar stakeholder. Adapun faktor penghambatnya yaitu keterlibatan stakeholder yang belum merata, keterbatasan kewenangan pelaku UMKM, minimnya sosialisasi, serta keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.
Kata Kunci: Collaborative Governance, Pengelolaan Desa Wisata, Desa Wisata Wanurejo
Tidak tersedia versi lain