Text
SKRIPSI DYNAMIC GOVERNANCE DALAM PENANGANAN DARURAT SAMPAH STUDI KASUS PASCA PENUTUPAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) PESALAKAN DI KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2024
ABSTRAK
Dynamic Governance Dalam Penanganan Darurat Sampah Studi Kasus Pasca Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan di Kabupaten Pemalang Tahun 2024
Gitavisma Findyanita 2220201117
Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar
Penutupan TPA Pesalakan di Kabupaten Pemalang memunculkan kondisi darurat sampah yang menuntut adanya respons cepat dan adaptif dari pemerintah daerah. Dalam kondisi tersebut, pendekatan dynamic governance menjadi relevan karena menekankan pentingnya kemampuan pemerintah untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan melalui penguatan kapabilitas serta budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep dynamic governance dalam penanganan darurat sampah pasca penutupan TPA Pesalakan di Kabupaten Pemalang, dengan fokus pada kapabilitas pemerintah dan budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dynamic governance dalam penanganan darurat sampah di Kabupaten Pemalang telah diupayakan, namun pelaksanaannya secara keseluruhan belum sepenuhnya optimal. Pada kapabilitas pemerintah, thinking ahead belum sepenuhnya terwujud dalam perencanaan antisipatif yang komprehensif, sehingga kesiapan sistem pengelolaan sampah alternatif masih terbatas. Thinking again telah dilakukan, namun masih cenderung bersifat reaktif dan belum berkembang menjadi pembelajaran kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan. Thinking across telah terlihat melalui koordinasi lintas aktor, tetapi belum sepenuhnya berkembang menjadi kolaborasi yang terintegrasi. Pada budaya organisasi, incorruptibility telah berjalan di tingkat internal, namun masih perlu ditingkatkan dalam hal keterbukaan informasi kepada masyarakat, meritocracy telah diterapkan dalam pembagian tugas berbasis kompetensi, pragmatism juga telah diterapkan, meskipun belum merata, market orientation telah dijalankan namun masih terkendala partisipasi aktif masyarakat, multi-racialism belum sepenuhnya mencerminkan inklusif dalam pelibatan masyarakat. Secara keseluruhan, keterbatasan kesiapan sistem, tekanan waktu dalam kondisi darurat, serta tingkat patisipasi masyarakat yang belum optimal menjadi faktor yang memengaruhi belum optimalnya penerapan dyamic governance dalam penanganan darurat sampah di Kabupaten Pemalang.
Kata Kunci: Dynamic Governance, Kapabilitas Pemerintah, Budaya Organisasi
Tidak tersedia versi lain