Text
SKRIPSI ANALISIS DETERMINASI STATUS UPAH TENAGA KERJA DI JAWA BARAT
ABSTRAK
Masih tingginya proporsi pekerja dengan upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditetapkan menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024 masih berada pada tingkat penghasilan yang relatif rendah. Kondisi ini terjadi ditengah posisi Jawa Barat sebagai wilayah dengan angkatan kerja terbesar di Indonesia pada tahun 2024, namun masih didominasi sektor informal yang mencerminkan terbatasnya kesempatan kerja berkualitas. Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja lebih terkonsentrasi pada sektor perdagangan besar dan eceran dibandingkan sektor industri sebagai basis ekonomi daerah. Fenomena tersebut bertentangan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedelapan yaitu Decent Work and Economic Growth menekankan pentingnya penciptaan pekerjaan yang layak sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan data SAKERNAS 2024 Jawa Barat untuk menganalisis pengaruh faktor modal manusia, faktor demografi, faktor sosial ekonomi, dan faktor geografi terhadap determinasi status upah tenaga kerja. Dengan menggunakan metode regresi logistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pengalaman, pengalaman kuadrat, jenis kelamin, status pernikahan, status pekerjaan, jam kerja, dan penggunaan internet berpengaruh positif signifikan terhadap probabilitas status upah tenaga kerja di Jawa Barat. Sedangkan pelatihan dan klasifikasi wilayah memiliki pengaruh negatif tidak signifikan. Variabel jenis kelamin dan status pekerjaan memiliki odds ratio tertinggi menunjukkan peluang yang lebih tinggi untuk berada pada status upah di atas Upah Minimum Provinsi yang ditetapkan. Pemerintah diharapkan mengarahkan kebijakan pada peningkatan kualitas pekerjaan berbasis produktivitas serta pengembangan keterampilan vokasional selaras dengan kebutuhan ekonomi daerah.
Kata kunci: Probabilitas Upah, Sektor Informal, Tenaga Kerja
Tidak tersedia versi lain