Text
SKRIPSI PENGARUH MULTILINGUALISME PADA ANAK KETURUNAN JEPANG-INDONESIA TERHADAP KEMAMPUAN BERBAHASA DAN IMPLEMENTASINYA PADA MATERI AJAR TEKS DESKRIPSI
Penelitian berjudul “Pengaruh Multilingualisme pada Anak Keturunan Jepang
Indonesia Terhadap Kemampuan Berbahasa dan Implementasinya pada Materi
Ajar Teks Deskripsi” dilatar belakangi oleh pernikahan lintas negara yang
menghasilkan keturunan multietnik dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi
kemampuan berbahasa anak.
Berdasarkan pada latar belakang penelitian tersebut, rumusan masalah pada
penelitian ini, yaitu 1). Bagaimana proses pemerolehan bahasa pada anak
Keturunan Jepang-Indonesia usia tiga tahun dengan latar belakang keluarga
multilingual?, 2). Bagaimana bentuk kombinasi bahasa yang dihasilkan oleh anak
usia tiga tahun yang dibesarkan oleh keluarga multilingual?. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh multilingualisme pada anak Keturunan Jepang
Indonesia terhadap kemampuan berbahasanya melalui proses pemerolehan dan
bentuk kombinasi bahasa yang diujarkan subjek.
Jenis penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini,
yaitu proses pemerolehan bahasa dan bentuk kombinasi bahasa yang dihasilkan
oleh anak usia tiga tahun yang memiliki latar belakang multilingual. Data yang
digunakan berupa tuturan berbentuk kata, frasa, dan kalimat. Data penelitian
dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif simak catat dengan mengakses
tautan video YouTube. Metode yang digunakan, yaitu metode Bagi Unsur
Langsung (BUL) agih karena bahasa yang dijadikan sebagai data menjadi alat
penentu dalam analisis.
Hasil dari penelitian ini, yaitu, 1). Proses pemerolehan bahasa pada subjek
usia satu tahun didominasi oleh kosakata yang diduplikasi dari orang tuanya, pada
usia dua tahun subjek masih bergantung pada salah satu sistem sintaksis, pada usia
tiga tahun subjek mampu memproduksi kalimat sempurna namun terkadang masih
menggunakan campuran bahasa. 2). Bentuk kombinasi bahasa, pada usia satu tahun
subjek menggunakan ujaran satu kata dengan penyederhanaan kosakata, pada usia
dua tahun subjek memproduksi ujaran yang lebih panjang namun bahasa yang
digunakan masih campuran, pada usia tiga tahun bentuk bahasanya sudah sempurna
dan digunakan sesuai dengan konteksnya.
Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu setiap anak multilingual akan mengalami
proses dan kemampuan berbahasa yang berbeda-beda, tetapi kemampuan
berbahasanya akan terus meningkat seiring dengan masa pertumbuhannya. Dengan
demikian pernikahan antar warga negara bukan suatu masalah pada pemerolehan
bahasa anak.
Tidak tersedia versi lain