Text
SKRIPSI PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI MENGGUNAKAN HEYZINE FLIPBOOK BAGI SISWA KELAS XI DI SMA MUHAMMADIYAH SALAMAN
Keterampilan menulis menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang harus
dikuasai oleh siswa SMA. Pada jenjang ini, siswa mulai dihadapkan dengan materi
menulis yang lebih kompleks. Namun, kemampuan menulis siswa secara umum
masih tergolong rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran
menulis teks memerlukan inovasi dalam pengembangan bahan ajar berupa e-modul
pembelajaran yang adaptif, interaktif, serta mendukung pembelajaran mendalam
sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk
menghasilkan bahan ajar pendukung berupa e-modul pembelajaran. Penelitian ini
berpedoman pada model penelitian pengembangan oleh Sugiyono yang telah
disederhanakan menjadi lima tahap, mencakup (1) analisis potensi dan masalah; (2)
pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain dan; (5) revisi desain.
Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa, sebanyak 80% siswa kesulitan untuk
menulis teks yang kohesi dan koheren. Sebanyak 78,8% siswa memilih Produk
Pangan Lokal Nusantara sebagai topik pada materi teks argumentasi, sebaliknya
78,8% siswa beranggapan topik selain isu produk pangan lokal penting untuk
dilakukan. Sebanyak 73,8% siswa beranggapan penyajian materi dengan
pendekatan deduktif dapat memudahkan siswa memahami materi. Sebaliknya,
100% guru memilih pendekatan induktif dalam penyajian materi. Berdasarkan hasil
angket kebutuhan tersebut, peneliti mengambil jalan tengah dengan menyajikan
materi pembelajaran mulai dari materi yang mudah menuju materi yang
komprehensif dan disertai dengan contoh. Tahap pengembangan dilakukan dengan
menyusun e-modul berdasarkan prinsip pengembangan bahan ajar oleh Supardi,
mencakup asas filosofis, asas psikologis, asas pendidikan, serta asas kebahasaan.
Asas filosofis yang digunakan berupa penanaman nilai Pancasila sebagai dasar
falsafah negara Indonesia pada e-modul. Penerapan asas psikologis pada e-modul
ditanamkan dengan memperhatikan kondisi psikologis dan perkembangan siswa
pada jenjang SMA. Penerapan asas Pendidikan pada e-modul menekankan pada
tujuan pembeajaran yang jelas, penyediaan latihan dan media pembelajaran yang
tepat, serta pengintegrasian bidang ilmu lain ke dalam e-modul pembelajaran. Asas
kebahasaan diterapkan dengan memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan
dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Hasil kelayakan ahli materi
mencapai skor 89,47%, ahli media mencapai 83,92% dan guru bahasa Indonesia
memberikan skor sebesar 90,32% dengan kategori sangat layak. Hasil dari uji
kelayakan tersebut menunjukkan bahwa e-modul layak digunakan sebagai bahan
ajar pendamping bagi siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Salaman
Tidak tersedia versi lain